Ini Hari Yang Aneh

Hari yang random itu dimulai dengan pake sendal kiri dan kanan yang berlainan model, warna bahkan tingkat ketebalan tapaknya/tinggi sebelah. Sampai sekarang aku masih mikir, kok bisa nggak ngerasain perbedaan tingginya sih? Untung Yona anaknya cuek dan nggak punya malu (sebenarnya malu sih tapi pasang muka datar ajalah) jadi pas diliatin orang banyak dengan tatapan aneh, aku bisa berpura-pura bersikap dasar-kalian-nggak-tahu-mode-yang-lagi-in secara profesional.

Kemudian kejadian selanjutnya adalah lupa mengunci ponsel sehingga tertekan di dalam kantung jaket, parahnya nomor telefon yang dipanggil adalah nomor bokapnya mantan. Mantan yang paling dihindari sedunia persilatan. Setelah panggilan diterima bokapnya mantan (doi nggak tahu itu nomor baruku, setelah nomor lama yang nyaris bertahun-tahun kupakai hilang dan tidak kuaktifkan lagi), beliau mungkin penasaran dan beberapa kali menelefon balik dimana tidak akan pernah kuterima.

Dan kejadian terakhir mungkin yang paling absurd, tiba-tiba ketemu dengan orang yang tidak kukenal serta tampak tidak sadar 100% (alias mabuk). Dia bilang seperti ini padaku, “Yonakan?” Aku mengangguk. “Sehat-sehat dan sukses ya. ” Katanya lagi.

Aku cuma senyum, membalas perkataannya yang seperti sebuah doa baik untukku. Yeah, siapapun dia dan apapun niatnya aku mengaminkannya. Tak bisa lebih dari inikan? He3x.

So, hal aneh apalagi yang bisa terjadi setelah ini?

Kuharap tidak akan ada pria aneh yang akan datang pada Ibuku serta meminta pertanggung jawabanku untuk menikahinya. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s