10 Hal Yang Akan Kulakukan Dengan Ayahku ( Father and Daughter)

Well, karena aku adalah putrinya ayahku maka saat pertanyaan ini melintas dibenakku “apa yang pengen lo lakukan seandainya Bokap lo masih idup?” (Papaku, seperti yang kalian ketahui, sudah lama nggak ada). Maka aku membuat sebuah daftar hal yang ingin kulakukan bersama Bokap, apa saja itu?

1. Ngajarin Bokap make Laptop
Hal ini adalah kegiatan pertama yang akan kulakukan untuk beliau. Maksudnya sih supaya bokap nggak gagap teknologi dan bisa berselancar di internet. Banyak hal yang bisa Bokap dapatkan dengan menguasai keahlian ini, selain memang sudah tuntutan jaman.

2. Buatin akun media sosial Bokap
He3x, kalau yang ini pasti karena dampak Bokap sudah terbiasa dengan kemajuan teknologi serta mudahnya koneksi internet pada saat sekarang. Papa juga bisa mengontrol pergaulan anak-anaknya disosial media, kan orang tua masa kini harus lebih aktifkan kalau nggak mau kecolongan.

3. Nonton film bareng Bokap
Hmmm, ini sih kegiatan wajib malam minggu saat aku remaja. Nyewa kaset film dan begadang nonton di sabtu malam bareng Bokap. Yeah, maklum aja aku anak rumahan yang lebih suka nonton atau baca dibanding keluyuran nggak jelas.

Tau nggak film yang direkomendasikan bokap buat aku tonton?

The Godfather.

Haha…, serem yah. Tapi film ini beneran jadi favorit aku loh. Gara-gara nonton trilogi Godfather dan hasutan Papa, aku jatuh cinta pada Al Pacino yang memerankan sosok Michael Corleone. Juga pada Mario Puzzo yang sudah dengan jenius menulis novel tentang dunia mafia Itali Amerika.

4. Nonton Konser musik favorit Bokap
Berhubung aku anak Papa banget, maka seleraku terhadap film dan musik banyak sekali dipengaruhi oleh beliau. Papa tuh suka Beatles (PASTI), Queen, The Police, Rolling Stone, George Benson, Janis Joplin, Phil Collins. Genre musik yang disukainya luas dari Rock sampai Jazz, so do I. He3x.

Aku percaya kalau Papa masih hidup, pas kemarin Sting datang ke Jakarta, Papa pasti mau tuh nonton konsernya sama aku. Begitupun saat Metallica datang ke Indonesia.

5. Kencan bareng Bokap
Hahaha…kalau ini sih dulu sering. Nggak kebayang rasanya kalau sekarang jalan bareng sama Papa, pasti lebih seru.

6. Hunting buku bareng Bokap
Karena aku dan Papa gila baca, nggak heran deh kalau buku itu merupakan pacar kedua kami. Dan aku akan meminta belikan banyak sekali buku untuk kukoleksi. Buku-buku tersebut akan kubuatkan rak dan dipajang di kamar pribadiku. Bayangin sebuah kamar tidur dengan rak penuh buku disetiap dindingnya, itu mimpi terpendamku.

7. Ngobrolin politik sampai hal tetek bengek
Ah, kalau yang ini sejak aku bisa mikir udah biasa sih kami lakukan. Nggak ada yang istimewa. Cuma menarik aja ngobrolin segala hal sama Bokap yang dengan latar belakang pendidikan Filsafat. Papaku tuh pinter dan tahu segala hal, bahasa inggrisnya juga jago. Dulu tuh Papa selalu nantangin aku buka kamus dengan acak, nyebutin sebuat kata dalam bahasa Inggris, dan Papa pasti tahu terjemahan Indonesianya.

8. Karokean bareng Bokap
Kita sering nyanyi-nyanyi sambil Papa main gitar di belakang rumah. Suaranya sih nggak bagus-bagus amat, tapi bokap pedean dan suka asyik sendiri kalau udah nyanyi.

9. Ngenalin pacar (kalau punya) kepada Bokap
Hihihi…., kurasa bagian ini nih yang paling di benci seorang Ayah saat putrinya beranjak dewasa atau mungkin sudah siap menikah.

Hubungan Father and Daughter itu agak unik bila dibandingkan dengan Father and Son. Dengan anak lelaki, ia mengajarkan supaya bisa menjadi seorang pria dan berlaku sejati. Sedangkan pada anak perempuannya, ia harus mengajarkan agar berlaku terhormat dan bila suatu hari putrinya menikah, ia akan merasa kehilangan. Karena pada akhirnya kebahagiaan putrinya, bukanlah bersama dengan sang Ayah. Tetapi pada pasangan jiwanya, dan hal itu membuatnya tak berdaya.

10. Berterimakasih pada Bokap karena sudah membuat aku ada
Dan hal yang terakhir tetapi bukanlah yang paling tidak penting, aku akan berterima kasih pada Papa. Karena beliaulah aku ada dan menjadi diriku yang sekarang.

Seandainya bisa (dan tidak ada anak perempuan), yang tidak ingin diwalikan ataupun diantarkan ke altar pada hari pernikahannya oleh Ayah kandungnya sendiri. Begitupun denganku. Malah seharusnya calon suami harus meminta izin pada Ayahku terlebih dahulu, sebelum melamarku menikah.

¤¤¤¤

Oke, mungkin mulai terlihat menyedihkan bagi kalian yang menganggap klise tulisan ini. Tapi aku berharap bila kalian masih memiliki orang tua yang lengkap, perlakukan mereka dengan hormat dan santun. Tolong sayangilah Ibu dan Bapakmu, meski sebenarnya hal tersebut adalah kewajiban yang tak terbantahkan.

Ingat tanpa orang tua (seperti apapun mereka), nggak akan pernah ada ‘kamu’. Dan kehidupan yang mereka berikan meski sesulit dan seberat apapun, tetaplah lebih penting dari pada menyerah dan mati.

2 thoughts on “10 Hal Yang Akan Kulakukan Dengan Ayahku ( Father and Daughter)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s