Geisha, Dia dan Kenangan yang Tersisa

Ingat Geisha band, ingat sama mantan sebiji itu. Yang udah buat aku nyerahin hati lalu dengan mudahnya ia patahkan dan injak-injak, hingga membuat aku nggak percaya lagi, pada perasaan manusia yang rapuh dan begitu mudah berubah.

Jadi dulu aku dan dia satu kelas dalam perkuliahan. Aku dan teman-teman cewekku biasa duduk di barisan depan, nah dia dengan badan segede gaban duduk dibagian belakang bersama teman-teman cowoknya. Dan biasanya dia suka iseng smsin aku kalau dia bosen atau ngantuk, untuk sekedar ngobrol, ngerayu atau apalah yang biasa diomongin orang yang lagi kasmaran.

Suatu hari dalam perkuliahan siang yang bikin ngantuk, dia sms aku nyuruh aktifin bluetooth HP. Aku aktifin, ternyata dia ngirim beberapa file lagu. Katanya Band anak Pekanbaru. Vokalisnya cewek dan dulunya juga anak Unri, so satu almamater gitu sama kita.

Waktu aku dengerin lagu-lagu Band tersebut (saat itu namanya belum Geisha dan setahuku nama Geisha diberikan oleh produser Band tersebut, biar lebih menjual. Nggak tahu juga kenapa dikasih nama Geisha apa karena vokalisnya cewek atau karena saat itu film Memoar of Geisha* lagi booming), aku lumayan suka. Well, dia senang ternyata aku juga suka dengan apa yang dia sukain.

Dan sekarang tiap liat Band Geisha secara live, di TV atau denger lagunya dimana aja, aku terkadang ingat dia. Si gaban. Parah ya, padahal dia juga belum tentu ingat sama aku.

Duh, Yona. Kapan sih kamu sadar? Dia udah punya kehidupan sendiri dan bahagia dengan dunianya. Dan kamu tak termasuk ke dalamnya serta bukan apa-apa lagi baginya. Tapi tetap aja rasanya sedikit nggak adil. Kenapa dia bisa bahagia setelah ngancurin hati seseorang? Kenapa Tuhan begitu tidak adil membiarkan dia happy sementara aku, begini-begini aja.

Oke, ini udah keterlaluan. Aku sadar kok semua yang terjadi dan belum, dalam hidupku nggak ada hubungannya dengan apa yang udah dia lakukan. Ini pilihanku dan resikoku. Mungkin aku hanya iri aja dengan keberhasilannya sementara aku masih jadi pecundang. Mungkin aku hanya kesepian dan butuh sesuatu untuk disalahin, yaitu dia.

Dan tentang Geisha dan lagunya Lumpuhkanlah Ingatanku, aku nggak pengen kehilangan ingatanku terhadap masa lalu meski itu sangat menyakitkan. Buat aku sesakit apapun yang telah berlalu, malah bisa jadi cambuk buatku dimasa depan. Bila keadaan membuatku buntu dan terdesak, aku punya mantra buat melaluinya. “Bahwa ini bukan apa-apa. Bahwa aku telah melalui yang lebih buruk daripada ini, so aku pasti nggak apa-apa. “

Hidup berjalan terus dan aku tetap harus menjalaninya walau sejujurnya aku lebih takut hidup dibanding mati.

*Footnote : Memoar of Geisha adalah sebuah novel (aku suka novelnya dan udah baca berkali-kali) yang akhirnya sukses diangkat ke film layar lebar dengan judul yang sama. Ceritanya keren dan filmnya dimainkan apik oleh Zhan Zi Yi, Michele Yeoh, Gong Li serta aktor Jepang Ken Watanabe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s