Anjing Bener Nih PLN

Pertama sekali, saya ingin menyatakan bahwa sesungguhnya saya bukanlah orang yang suka memaki ataupun mengucap kata-kata kotor. Saya orang yang berpendidikan dan dididik ketat oleh Nenek tercinta, tidak boleh memaki/mengucap kata-kata tidak sopan dengan ancaman mulut bakal dicabein kalau melanggar. Dan bila ternyata saya sampai sudah mengucap kata Anjing pada sesuatu yang bukan Anjing, anggaplah itu puncak dari kekesalan saya yang paling berat. Dan tolong maafkan saya.

Dimana cerita ini harus dimulai?

Well, saya tinggal di provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Asahan dan tepat di sebuah desa bernama Pulau Rakyat Tua. Ketika listrik di Sumut mengalami pemadaman bergilir selama beberapa jam, beberapa kali dalam satu hari setelah bertahun-tahun belakangan ini, saya masih bisa bersabar dan menerimanya tanpa perlu mencaci maki para pejabat PLN yang tertangkap korupsi Mark Up harga dalam pengadaan alat listrik di Sumut.

Dan saya pun tidak pernah mengucap kata-kata buruk, menyumpahi saat listrik lebih rajin mati dibandingkan pasien rumah sakit makan obat.

Tetapi beberapa hari lalu, tepatnya Kamis tanggal 20 Februari 2014 datanglah petugas PLN menagih rekening listrik ke rumah orang tua saya. Memang keluarga kami tidak rutin membayarnya setiap bulan, terkadang 3-4 bulan sekaligus dibayarkan. Kebetulan saat itu saya sedang tidak ada di rumah dan petugas PLN meminta harus dibayar saat itu juga, meski sudah diminta keringanan sampai hari Senin tanggal 24 Februari 2014. Lalu karena tidak mau listrik diputus sementara, Adik saya mendatangi kantor PLN setempat dan menyerahkan 350 ribu rupiah dari 380 ribu jumlah tagihan.

Kami sama sekali tidak bermaksud untuk tidak membayar kekurangannya. Yah, kalau memang tidak ada, nggak bisa dipaksain kan? Nggak mungkin ngerampok orang atau jual diri cuma untuk bayar tagihan listrik yang kurang 30 ribu. Dan bila pun tidak segera dibayar, bukankah masih ada kesempatan melunasinya pada saat membayar tagihan listrik di bulan selanjutnya?

Tetapi yang terjadi adalah hari ini, Selasa tanggal 25 Februari 2014 siang, petugas PLN memutus aliran listrik di rumah saya, dengan ID Pelanggan 125120230170. Cuma gara-gara tagihan listrik dibayar kurang 30 ribu rupiah.

Lalu yang pertama terlintas dipikiran saya saat mengetahui kejadian ini, “Anjing Bener Nih PLN. ”

Saya tidak pernah menuntut pelayanan maksimal dari Perusahaan Listrik Negara yang lebih cocok disebut PERUSAHAAN LILIN NASIONAL. Tetapi PLN memaksa pembayaran tepat waktu serta tidak memberi kesempatan konsumen yang telah bertahun-tahun lamanya mendapatkan pelayanan terbaik dari mereka.

Sumpah, kalau ada perusahaan listrik lainnya dinegara ini saya akan memilih pindah memakai jasa mereka dan bukan PLN lagi.

Saya kecewa dan marah. Sehingga semua ketidak mampuan PLN selama ini begitu menyakitkan bagi nurani saya. Bukan hanya karena listrik di rumah saya terputus hanya karena pembayaran yang belum lunas. Bukan hanya karena tingkat kebakaran rumah naik dan memakan korban gara-gara listrik yang korslet (arus pendek akibat listrik mati dan hidup tiba-tiba) di wilayah Sumut. Bukan hanya karena beberapa nyawa melayang akibat menghirup karbon dioksida dari mesin genset yang dihidupkan karena pemadaman listrik di rumah-rumah rakyat. Tetapi karena betapa tak berdayanya saya dalam memiliki kesempatan memilih penyedia listrik yang lebih baik di Indonesia ini. Dan sampai kapan pemadaman listrik akan terus terjadi di wilayah Sumatera Utara?

Jadi saya sampai pada kesimpulan, kalau negara memang sudah tidak mampu menyediakan listrik bagi rakyatnya, mengapa tidak memberi kesempatan pada pihak swasta untuk meramaikan penyedia listrik di Indonesia? Bukankah semakin banyak pilihan semakin baik. Rakyat boleh memilih memakai PLN yang katanya bersubsidi namun ketersediaan energinya tanggung-tanggung atau pihak swasta yang mungkin mahal namun memberikan service yang memuaskan.

Sekian dari saya di kegelapan.

4 thoughts on “Anjing Bener Nih PLN

    • Tau nggak, kalo di Sumut pelayanan PLN itu paling parah se Indonesia? Bahkan ada wacana PLN harus bayar kompensasi ke masyarakat karena pelayanannya yang buruk ke ke depannya (menurut dosen sosiologi UISU, Waspada tgl 27-02-14).

      Jadi bayar listrik tepat waktu atau tidak, nggak banyak pengaruhnya sama pelayanan PLN saat ini. Mereka dengan cepat memberi sanksi kepelanggan, tapi siapa yang memberi sanksi kalau semua orang nuntut mereka kasih pelayanan maksimal? Inikan nggak adil.

      Well, kemarin ada sebuah akun ditwitter yang berpikiran sama dgn kamu. Katanya sebelum ‘galak’ menuntut pelayanan terbaik dari PLN, kita harus menyelesaikan semua kewajiban terlebih dahulu. Dan jangan klise nyalahi keadaan.

      Padahal saya nggak minta dibela (dibela atau enggak, nggak ada arti apa-apa buat saya. Listrik di daerah sama tetap mati beberapa jam dalam beberapa kali sehari). Dan seperti kalian nggak bisa ngertiin orang-orang klise seperti saya, saya pun nggak bisa berhenti untuk berkelakuan klise karena hidup memang klise bagi orang-orang klise macam saya.

  1. PLN memang anjing, ga salah kita klo ngomong begitu. Kejadian yang dialami penulis krg lebih pernah saya alami, saya berdomisili di Rantauprapat, Labuhanbatu. Kejadiannya krg lebih 2 bulan yang lalu, saat itu kita emang telat bayar listrik, bayangkan 1 hari telat sudah datang surat peringatan untuk membayar. Dan saat itu ada keperluan mendadak pulang ke kampung, jd sebelum pergi rumah saya kunci dan lampu teras dihidupkan. Kurang lebih seminggu kita berdua suami istri pulang dri kampung. Betapa kagetnya saya rumah gelap gulita, saya pikir aliran listrik sudah diputus, eh ternyata meteran nya yang dimatikan, saat masuk kerumah di bawah pintu ada ancaman pemutusan. Darisitu aja dah keliatan orang PLN ga punya otak, gimana coba klo rumah saya kemalingan, pdhl gara2 PLN sering mati idup kan lampu kulkas saya sudah rusak, belum lg komputer sya. Besoknya langsung saya bayar berikut denda nya. Untuk bulan berikutnya saya bayar malah sebelum tanggal 20. Tapi toh lampu 3-4 x mati dalam sehari. Jadi intinya bayar ga bayar PLN emang belagu. Jadi harapan saya sama dengan penulis, kalau saja ada penyedia listrik lain sudah saya pasti pindah, atau lebih baik PLN di swasta kan. Daripada diurus oleh anjing2 kampung. Intinya PLN MEMANG ANJING !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s