JUST GO!

Kalau pada akhirnya kau muak dan memutuskan berhenti. Pergilah.

Aku akan melepaskanmu, karena tak ada yang bisa mengarahkan hati apalagi mengendalikan sesukanya.
Mungkin ia terlihat lemah dan gampang tersakiti namun apabila telah bertekad, bahkan semesta pun tak akan dapat menghalangi.

Tetapi ingatlah, sesuatu yang kau bilang membuang-buang waktu, yang kau katakan bodoh tiga generasi, yang kau hina hingga tujuh lapisan bumi, itu perasaanku. Dan bukankah dulu begitu penting buatmu?

Kau memandangku jijik seolah aku melakukan hal yang salah. Padahal aku hanya berlaku seperti saat pertama kita. Jika bagimu tak pantas lagi, janganlah menyakiti seseorang yang tulus. Tak ada niat ingin menjatuhkanmu dan tolong sadari aku bukan musuhmu.

Pergilah, begitu saja dan kisah ini sampai pada sebuah titik.

Advertisements

Apa Kabar, Mblo? Happy ya!

Haha, udah agak lama ya nggak posting tentang —– JOMBLO!

By the way, setelah Orlando Bloom cerai dengan Miranda Kerr. Kemudian Ryan Gosling putus dengan Eva Mendez. Sekarang Chris Martin Coldplay kembali menjadi single.

Apa kabar para jomblo? Happy ya.

Yeah, selama para bujangan paling diinginkan oleh wanita sedunia masih available, kayaknya dunia nggak buram-buram amat yak. Masih ada harapan, masih ada waktu girls. Nggak usah panik sampai nyamber apa aja yang datang, seolah kamu nggak bisa milih yang lebih baik.

Dan buat Orly, Ryan dan Chris, welcome to the jungle vroh! Bayangkan ada berapa banyak ya hati-hati yang kembali bersemi, karena harapan muncul lagi. Fighting!!

Alasan Untukku Pergi

Kau tau, seperti apa rasanya, tubuh dan jiwanya masih disini tetapi tidak dengan pikirannya.
Ia sudah pergi jauh mengembara, mengikuti jejak-jejak mimpi dan bayangan dari lamunan malam panjang. Lalu masih perlukah aku menahannya disisiku? Bila hatinya sudah terlepas dari genggaman.

Semakin erat aku memegangnya, semakin licin pula jari-jari ini tergelincir darinya. Semakin aku tidak mau kehilangan dia, semakin membuatnya ingin berlari menjauhiku.

Apa yang dapat aku lakukan? Bila raut wajahnya saat menatapku begitu tersiksa dan tak bahagia. Mana aku mampu menahankan siksa melihatnya begitu menderita, di sampingku.

Yang terbaikku bisa adalah melepasnya.
Aku meninggalkannya terlebih dahulu agar ia tak merasa bersalah, agar ia tak menyadari betapapun aku yang pergi namun akulah yang paling terluka dalam kehilangan ini. Agar ia bisa tetap tersenyum tanpa tahu ada sebuah hati tulus yang mati terlupakan, karena tak lagi ia perlukan.

Stick Till The Ends

Ada yang lebih mengesalkan dari situasi ini, nggak?

Kamu punya teman yang lagi jatuh cintaaaaaa banget sama seseorang, yang ——- kamu tahu, ia tak baik untuk temanmu. Dan meski kamu sudah bilang berkali-kali, menasihati bahkan melarang temanmu itu, tak ada yang dapat menghentikannya untuk tak tergila-gila pada orang yang salah tersebutkan?

Begitu juga dalam menentukan pandangan politik serta memilih partai yang akan didukung. Terkadang orang-orang terdekat kita malah ‘kok suka sianu sih’, ‘kok dukung itu sih’, atau ‘kok ikut partai gurem sih?’ Apa mata mereka buta nggak lihat orang-orang partai tersebut terlibat kasus pencurian uang negara? Skandal dengan perempuan tidak ada habisnya, punya latar masa lalu menjadi penjahat perang atau HAM, atau membuat keputusan-keputusan yang merugikan rakyat seperti Lapindo.

Keadaan yang sama, seperti saat melihat temanku salah memilih orang untuk dipacari atau menjadi fans berat k*ngen band, aku cuma bisa membiarkannya sadar sendiri. Biar dia lihat keburukan pilihannya, jatuh dan merasakan pahitnya kenyataan. Lalu akhirnya sadar bahwa memang apa yang pernah kita katakan padanya ‘benar’ dan ia menyesalinya belakangan. Tetapi paling enggak dia sadar jugakan walau terlambat.

Susah mengubah pandangan seseorang yang sudah di doktrin, cuci otak, apalagi kalau sampai mendarah daging. Terkadang bahkan ketika mereka tahu kalau yang dibela habis-habisan ternyata tidak pantas untuk itu, mereka sudah terlanjur malu mengakuinya. Jadi terpaksa bertahan sampai akhir. Karena seperti Dumbledore bilang orang lebih mudah memaafkan orang lain yang salah daripada yang benar. So, kita hanya bisa menunggu dan melihat, bagaimana jadinya nanti.

He doesn’t love you, girl!

Kapan perempuan bisa sadar, kalau pria yang ia kejar dan harapkan setengah mati, sama sekali tidak tertarik padanya?

Siang ini ada seorang sahabat curhat tentang masalah hubungan asmaranya padaku. Agak ironis sih, karena aku bukanlah orang yang pandai memberi nasihat. Lagipula percintaanku sendiri gersang selama bertahun-tahun, kok malah dimintai pendapat tentang pria. Rancukan?

Tetapi yaudahlah ya, aku dengarin aja curhatan temanku. Kali aja dia cuma butuh di dengar.

Jadi begini ceritanya, temanku ini sudah beberapa bulan menjalin hubungan tanpa status dengan teman kerjanya. Dari awal si pria sudah mewanti-wantinya dengan kisah bahwa dirinya adalah tulang punggung keluarga karena sang ayah sudah meninggal. Dan ia membiayai keluarganya serta menyekolahkan adik-adiknya. Jadi ia tidak bisa menikah atau menjanjikan apapun pada temanku ini.

Well, aku cuma bisa bilang “BULLSHIT!” dengan keras.

Pria ini cuma pengecut kecil yang bersembunyi dibalik berbagai alasan dan PHP kelas kakap. Memangnya apa hubungannya perasaan dengan keadaannya yang seperti itu? Enggak ada. Tapi bodohnya sahabatku sudah masuk perangkapnya serta kini terombang-ambing dengan keadaan telah ia manipulasi.

Kenapa aku bilang begitu?

Karena aku tahu dengan benar pria ini cuma mempermainkan sahabatku. Menikmati waktu, perhatian, rasa kasihan serta kasih sayang yang diberikan si wanita tanpa paksaan tetapi tidak mau terikat. Karena tidak cukup punya perasaan pada si wanita dan cuma mau memanfaatkannya. Suatu saat apabila ia bertemu dengan wanita lain yang benar-benar ia sukai, segala alasan tulang punggung yang harus membiayai keluarga itu, akan kelaut. Dan ia akan segera mengawini gadis pujaannya. Lalu temanku cuma bisa gigit jadi karena nggak akan pernah bisa menjadi apapun bagi lelaki brengsek ini.

Kejadian yang sama pernah terjadi pada sahabat wanitaku yang lain. Setelah berpisah dari lelaki yang sudah menjalin hubungan bertahun namun belum bisa melangkah lebih serius, dua bulan setelah putus si lelaki malah kawin dengan perempuan lain. Mana alasan tulang punggung keluarga yang belum bisa berkomitmen dalam waktu dekat??

Kesimpulannya apa? Dengan jujur aku menyimpulkan, kedua sahabatku ini tidak dicintai oleh laki-laki yang mereka harapkan. Karena mereka bukanlah orang yang diinginkan para lelaki ini dalam pernikahan dan masa depannya. Sedih ya? Tapi itu kenyataan pahitnya.

Jadi ladies, kalau dalam sebuah hubungan pria dan wanita, lelaki itu memperlakukanmu dengan :

1. Ia tidak memberimu kejelasan status
~ artinya ia tidak mau berkomitmen. Karena dengan punya status akan ada hal-hal yang mengikat antara kalian berdua.
~ artinya ia tidak memberikanmu alasan untuk menjadi bagian dari rencana masa depannya.
~ artinya kamu bukanlah apa-apa baginya. Bukan hal yang penting dan tak ingin ia perjuangkan.
~ artinya ia tidak mencintaimu namun sengaja ‘menggantungmu’ karena ia belum menemukan orang yang tepat untuknya.

2. Ia punya banyak alasan untuk tidak berkomitmen
~ tulang punggung keluarga, harus membiayai keluarga, ini dan itu, adalah alasan basi yang ia ajukan supaya kamu bisa mengerti keadaannya dan tak bisa menuntut apapun padanya. Kalaupun memang benar, apa bisa keadaan seperti itu menghentikan perasaan seseorang? I don’t think so.
~ padahal mudah saja, kalau memang ia punya perasaan lebih padamu, lelaki pasti akan memperjuangkanmu mati-matian meski semustahil apapun keadaannya (lihat saja kisah cinta Beby Romeo yang tidak direstui orang tua Meisya Siregar. Nggak dapat gadis, jandanya pun jadi dan mereka berakhir happy ending sekarang). Tetapi tidak jika ia tak punya perasaan itu.

3. Ia memintamu untuk tidak berharap banyak padanya dan mempersilahkanmu dengan yang lain
~ artinya ia benar-benar tidak menginginkanmu.
~ artinya ia ingin kau enyah dari hidupnya.
~ artinya kau mulai mengganggunya dengan mempertanyakan hal-hal yang tak bisa dan tak akan pernah diberikannya padamu seperti bertemu dengan orang tuanya, pernikahan dan lain-lain.
~ artinya dia sudah bosan dengan kehadiranmu di sekelilingnya.

4. Ia bilang sayang padamu tetapi tidak pernah mengucap CINTA
~ dia TIDAK CINTA ke kamu
~ dia NGGAK PERNAH CINTA ke kamu
~ dia TIDAK AKAN CINTA ke kamu
~ jadi berhenti mengharapkan dia dan sadarlah.

5. Ia tidak memperjuangkanmu
~ lelaki itu pemburu, pemimpin, mahluk yang sudah sifat dasarnya suka menguasai dan mengeklaim sesuatu yang apabila ia menginginkannya. Dan bila ia tidak melakukan hal itu untukmu, artinya kau sama sekali tidak berharga untuknya.
~ ia bukan tak punya seni berjuang tetapi dia memang tidak mau memperjuangkan kamu. Karena hatinya memang tidak ada di kamu, sayang.

So, cepatlah sadar sayang-sayangku. Aku tidak memintamu melupakannya ataupun menjauhinya seketika, karena itu memang nggak mungkin. Cobalah untuk melihat dirinya secara utuh dan logis. Melihat ia sebagai laki-laki yang tidak berani mengatakan hal yang sesungguhnya bahwa dirinya tak tertarik padamu dan kau sudah membuang-buang waktumu. Melihat dia sebagai lelaki yang tak gentleman dan lebih mirip banci. Melihat dia tak berharga atas harapan, mimpi dan hatimu. Dan tak ada lagi ilusi palsu yang menutupi matamu hingga salah menilai maksud darinya.

Wake up, girl. Kenyataan memang pahit tapi tak sepahit bila terlambat sadar dan kamu malah menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu orang lain, yang ternyata jauh lebih baik dari dia.

Love and hug, your alter ego.

Bukan Bicara Dendam

Maaf.
Dulu aku pernah bilang kita lewati ini bersama namun dalam perjalanan aku tetap meninggalkanmu dengan kejam. Meskipun telah kau memohon serta merutukiku kasar, menyumpahiku karma.

Aku tidak menyesal.
Bila waktu diulang kembali kemasa itu, aku tetap akan mengambil keputusan yang sama. Pergi dari hidupmu, sebuah keharusan.
Alasanku adalah akumulasi dari segala hal yang terjadi sepanjang hubungan kita. Semua pengkhianatan serta kebohongan yang pernah kau lakukan, pada akhirnya membuatku sadar, kau sama sekali tidak berharga untukku perjuangkan. Sebagai penutup, kejatuhanmu sebuah anugerah pukulan terakhir yang membuka mataku. Aku tak mau ikut hancur bersamamu.

Aku tidak menampik, kita pernah punya waktu bahagia. Tidak — tidak, mungkin cuma aku yang bahagia. Karena bila benar kau bahagia bersamaku, kau pasti cukup hanya denganku. Tak butuh perempuan-perempuan lain, di belakangku.

Selama denganmu, bagiku hanya ada kau. Segala hal selalu mengenai dirimu. Aku berikan hatiku, utuh. Dan seharusnya itu cukup untukmu, sebagai konpensasi rasa sakit yang belakangan kutinggalkan.

Kau boleh mengingatku seolah wanita dingin tak punya hati. Boleh juga memakiku seorang yang brengsek tanpa belas kasihan. Tapi ingatlah sayang, si tak punya hati yang brengsek ini, dulunya pernah menatapmu penuh cinta. Menganggapmu yang paling sempurna. Mengecup bibirmu seolah dengannya aku bisa bahagia. (K)

Tak Ada Lagi Kita

Kau pernah bertanya, mengapa pada akhirnya aku menjauhimu seperti melihat penderita kusta di era masa kegelapan.
Sejujurnya bukan karena membencimu. Aku hanya malu pada apa yang kulakukan bersamamu dulu dan berusaha keras melupakannya. Kau bukanlah pengaruh baik dan aku menyesali pilihan burukku.
Jadi bisakah kau berhenti mengingatkanku pada kita, yang sudah lama berakhir.
Karena tak ada suara yang tak didengungkan, tak ada bunyi bila dua sisi tak bersinggungan, tak ada gambar bila cahaya tidak terpancar dan tak ada cinta bila hanya satu pihak saja.