Tak Ada Lagi Kita

Kau pernah bertanya, mengapa pada akhirnya aku menjauhimu seperti melihat penderita kusta di era masa kegelapan.
Sejujurnya bukan karena membencimu. Aku hanya malu pada apa yang kulakukan bersamamu dulu dan berusaha keras melupakannya. Kau bukanlah pengaruh baik dan aku menyesali pilihan burukku.
Jadi bisakah kau berhenti mengingatkanku pada kita, yang sudah lama berakhir.
Karena tak ada suara yang tak didengungkan, tak ada bunyi bila dua sisi tak bersinggungan, tak ada gambar bila cahaya tidak terpancar dan tak ada cinta bila hanya satu pihak saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s