Alasan Untukku Pergi

Kau tau, seperti apa rasanya, tubuh dan jiwanya masih disini tetapi tidak dengan pikirannya.
Ia sudah pergi jauh mengembara, mengikuti jejak-jejak mimpi dan bayangan dari lamunan malam panjang. Lalu masih perlukah aku menahannya disisiku? Bila hatinya sudah terlepas dari genggaman.

Semakin erat aku memegangnya, semakin licin pula jari-jari ini tergelincir darinya. Semakin aku tidak mau kehilangan dia, semakin membuatnya ingin berlari menjauhiku.

Apa yang dapat aku lakukan? Bila raut wajahnya saat menatapku begitu tersiksa dan tak bahagia. Mana aku mampu menahankan siksa melihatnya begitu menderita, di sampingku.

Yang terbaikku bisa adalah melepasnya.
Aku meninggalkannya terlebih dahulu agar ia tak merasa bersalah, agar ia tak menyadari betapapun aku yang pergi namun akulah yang paling terluka dalam kehilangan ini. Agar ia bisa tetap tersenyum tanpa tahu ada sebuah hati tulus yang mati terlupakan, karena tak lagi ia perlukan.

4 thoughts on “Alasan Untukku Pergi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s