Membatu Untukmu

Jalanan kosong yang penuh dengan orang-orang kesepian, aku adalah salah satunya. Sendirian serta merasa hidup tak punya arti sejak kau tak ada.
Aku mencoba untuk bertahan, menjaga kewarasan ini sementara tak sedetikpun kau tak pernah berhenti berlari dibenakku, menyiksaku.
Kau dan senyum penuh binar dimata. Kau dengan tawa berdenting sampai kehati.
Kau dan sentuhan lembut dikulit dan bibirku.
Tuhan tahu, aku menggila karena segala ingatan tentangmu.

Aku sudah berusaha, sangat keras. Mengenyahkanmu.
Mencoba menemui, menghabiskan waktu dengan orang lain. Berganti gaya. Pergi ke tempat-tempat yang tak pernah ada jejak kita.
Sayangnya, aku tetap tidak merasa baik. Aku tak pernah baik-baik saja sejak kita berpisah.
Aku marah, padamu, pada kebodohanku, pada hatiku yang tak dapat kukendalikan, pada kegetiran yang melandaku, pada kesempatan yang tak bisa kuraih denganmu. Dan setelah semua itu, aku masih merindukanmu.

Bukankah sudah kubilang, aku bodoh? Mempertahankan perasaan yang sudah kau lupakan. Aku tak bisa menemukan orang lain, aku sudah tak mau.
Jadi aku berhenti disini. Membeku dari ujung rambut hingga kesanubari, dalam kenangan masih bahagia bersamamu.
Aku tahu ini bodoh tetapi tak ada yang dapat kuusahakan lagi.
Kuharap, aku benar-benar bisa membatu untukmu. Agar kau kelak bisa melihat, seseorang pernah ada dan hancur olehmu. Namun kau tak punya waktu untuk mencegahnya. Ini kutukanku, agar jadi penyesalanmu.

*Footnote : terinspirasi oleh lirik lagu Who You : G-Dragon. Who You adalah lagu wajib bagi mereka yang belum bisa melupakan mantan kekasihnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s