Kau Adalah Kata Lain Dari Bahagiaku

Kalau sampai waktuku berpikir bahwa senyummu adalah salah satu karunia Tuhan yang terindah, maka aku sudah gila. Ya, gila padamu, tergila-gila karenamu.

Dan kalau sampaiku pada kesimpulan bahwa bersamamu, aku selalu senang, tersenyum, tertawa dan bodoh sekaligus tanpa merasa malu. Bahkan ketika sedih pun, pelukanmu bisa mengantarkan rasa aman meski langit telah runtuh dan bumi terbakar api abadi. Sudah jelas bahwa hatiku telah menjadi teritorimu tanpa harus diperangi.

Ketika jantungku berdebar kencang meski hanya mendengar seseorang menyebutkan namamu sekilas, ketika mataku terpejam dan hanya bayanganmu yang melintas lalu saat mataku terbuka hanya ada dirimu di seluruh tempat, kau. Hanya ada kau. Aku sudah pasti terjerat begitu dalam.

Tak masalah apakah ini berlangsung lama ataupun hanya sesaat. Yah, walau sesaat, bunga yang mekar tetaplah indah, kecantikan seorang wanita tetap akan dikenang para pemujanya. Tidak ada yang abadi, hanya masalah waktu saja sebelum segalanya hilang, cepat atau lambat.

Lalu, aku memutuskan akan berkubang dengan keadaan ini walau tak ada jaminan apapun. Dan tak perlu ada alasan untuk menolak untuk tersenyum, tertawa, pamer seringai dan terlihat bagai orang bodoh karenamu, hadirmu. Serta bersungguh-sungguh bersyukur akan eksistensimu di dunia ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s