INDONESIA MEMILIH

Beberapa hari yang lalu, nyokap sms aku nanya begini “kalau Jokowi menang nanti dapat apa? ”

Maklumlah, nyokap tinggal di kampung, pemikiran seperti ini sudah biasa terjadi. Money politics. Dimana setiap suara dihargai dengan sesuatu oleh para caleg yang dalam kampanye suka janji ini itu.

Aku balas smsnya dengan “Ya Alloh, kita dapat selamat ma. Pemimpin yang baik, jujur dan sederhana. Benar-benar peduli sama rakyat. Bukan penjahat yang nggak peduli nyawa orang.”

“Nggak liat apa?” , sambungku lagi, “di belakang Prabowo, ada Abu Rizal Bakrie yang bikin Sidoarjo tenggelam oleh lumpur (8 tahun pengungsi Lapindo belum juga dapat ganti rugi). Ada Surya Dharma Ali mantan mentri agama yang jadi tersangka koruptor dana haji. Ada PKS yang punya skandal korupsi kuota impor sapi. Ada MS Kaban calon tersangka kasus suap kementrian kehutanan. Ada FPI yang suka main hakim sendiri dan kekerasan atas nama agama. ”

Dengan dukungan dari ‘ para kampret itu’ kebayang nggak apa yang bakal mereka minta sebagai balasannya bila Prabowo menang?

Pikir ajalah sendiri.

Kemudian nyokap nasihati aku, agar hati-hati nulis diblog, jangan terlalu maju. Beliau khawatir dengan akibat dari tulisan yang terlalu berani mengkritik orang-orang besar.

Yeah, nyokap adalah produk jaman Orba. Doi mengerti dan tahu bagaimana sulitnya menyuarakan opini yang mengkritisi pemerintahan dikala itu. Ancamannya ya kalau ngga dipenjara, diculik, menghilang atau ditembak orang yang tidak dikenal.

Dan karena itulah, aku meminta nyokap untuk nggak milih capres nomor satu. Supaya kita tidak kembali kemasa-masa gelap seperti diera kekuasaan Pak Harto.

Jokowi memang tidaklah sempurna, tidak sesuci itu. Tetapi setidaknya beliau bukan seseorang yang pernah menculik dan menghilangkan para mahasiswa dan aktivis. Bukan penjahat HAM yang diberhentikan secara tidak hormat. Bukan seseorang yang sangat berambisi menjadi presiden hingga sudah mengiklankan diri bertahun-tahun sebelumnya.

Seandainya Jokowi menang dan jadi pemimpin negara ini, saya tetap akan mengawasi kinerjanya dan vokal bila ia melakukan kesalahan.

Dan kalaupun ternyata Indonesia pada akhirnya memilih Prabowo menjadi presiden, saya tidak akan berubah. Menjadi diri saya dengan tetap bersuara kritis terhadap pemerintahan yang tidak menjalankan pekerjaannya dengan benar, meski mungkin —- akan terjadi dampak tidak mengenakkan pada diri saya sendiri. Siapa tau?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s