Antara Vin Diessel dan Belalang Sembah

Kapan kamu akan mengerti urusan perasaan tak ada manusia yang bisa memaksakan, juga perihal jodoh tentunya.

Well, jujur aja. Aku sudah lama tidak punya hubungan spesial dengan laki-laki sejak putus dengan mantan terakhir, beberapa tahun lalu.

He3x.

Miris ya? Ah, nggak juga dan nggak perlu dikasihani. Sudah lama move on kok dari ‘masa lalu’ namun kalau sampai saat ini masih tetap single, bukan berarti masih ingat mantan atau nggak ada yang mau loh.

Ada yang mau, bahkan mengajak menikah. Tapi nggak sreg. Bukan karena tampang sih, aku menolak. Alasan utama ya karena pria tersebut ‘agamanya nggak kuat’. Lah wong sholatnya aja lewat terus kayak perempuan dateng bulan selama setahun, gimana mau jadi imam dalam hidupku coba? Sudah cukupkan alasan untuk berkata TIDAK padanya.

Yah, karena menurutku kalau hal-hal yang wajib dan dasar (sholat) aja ia sudah lalai, bagaimana dengan hal-hal lain bisa ia pertanggung jawabkan. Selain itu dia nggak keberatan dengan k*ngen band, padahal akukan hater garis keras.

He3x.

Beda lagi dengan penuturan temanku, yang curhat tentang perdebatannya. Adalah teman prianya yang mengibaratkan perempuan sebagai striker dan dirinya sebagai kiper dalam pertandingan bola.

Laki-laki ini entah sudah kehilangan hormon testosteronnya atau memang punya kecenderungan suka didominasi pasangannya atau memang malas aja mengeluarkan tenaga mengejar wanita. Mengharapkan wanitalah yang berusaha aktif untuk menaklukkannya dan ia hanya enak-enakkan goyang-goyang kaki menunggu seperti perawan dipingit.

Knock! Knock! Helloooo?

Bukannya kodratnya lelaki itu sebagai ALFA? Belalang yang setelah bercinta langsung mati dimakan betinanya aja, kalau mau kawin ya pake acara PDKT serta ngejar-ngejar setengah modar dulu sama betinanya. Kok laki-laki sebagai manusia, yang merupakan organisme paling kompleks, cerdas dan kompetitif bisa kalah sama belalang sembah. Nggak lucukan? Iya kan, iya deh?

Ya nggak mesti punya badan segede dan suara rendah seksi kayak Vin Diessel tetapi lelaki ya harus bersikap seperti laki-laki sejati. Macho, lakik dan jantan bukannya menye-menye kayak perempuan dalam sinetron picisan RCTI.

Memang sih jaman sekarang pria yang gentleman itu sudah jarang. Kalau nggak sudah mati, sudah menikah, sukanya dengan sesamanya yang juga six pack atau malah belum dilahirkan.

Hiks. Matik aku, gini ceritanya jomblo terus nih. *panik*

Fiuh. *tarik nafas*

Kayaknya kiamat beneran sudah dekat ya. Ciri-cirinya sudah keliatan, yang para lelaki pengen bersikap seperti perempuan, yang perempuan malah bersikap seperti lelaki. Halah, mana aku belum sempat kawin, kok keburu kiamat sih? *lebih panik lagi*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s