Bisik-Bisik Sebelum Nonton

Uang memang bisa beli segalanya tapi kebahagiaan bisa membuatmu memiliki apa saja tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

Kemarin malam aku nonton film Lucy dengan sahabat. Suka deh dengan ide dan cerita filmnya, keren. Bagaimana bila ada manusia yang 100 milyar neuron diotaknya aktif? Sebagai tambahan orang tersebut adalah ikon perempuan cantik dan sangat seksi. Hiperbola bangetkan? He3x.

Buat penggemar science dan thriller, film ini cukup menghiburlah. Bagi orang awam seperti aku, bikin nyadar kalau dengan 10 % bagian otak yang aktif saja manusia bisa mencapai dunia digital seperti saat ini. WOW!

Well, aku pasti bukan penggemar Scarjo-nya tapi Morgan Freeman lah. He3x. Aku suka Mr. Freeman mulai dari film Prince of Thieves, Robin Hood yang Ost-nya dinyanyikan oleh Bryan Adams. Kemudian yang paling stunning adalah di Bruce All Mighty, bareng Jim Carey. Doi jadi tuhan loh, tapi cuma difilm kok komedi lagi.

Cukup deh cerita tentang filmnya. Nah ada yang menarik saat aku menunggu pintu studio 4 Blizt buka di Kepri Mall. Aku dan sahabatku duduk di kursi tunggu dan di seberang kami adalah serombongan pria-pria muda yang juga akan menonton.

Biasalah kalau laki-laki ngumpul, pasti pembicaraannya nggak jauh-jauh dari masalah cewek. He3x. Sama kalau perempuan ngumpul, omongannya juga sebaliknya tentang cowok plus gosip artis terbaru, fashion dan lain-lain. Tadinya sih aku cuek cuma mereka ngobrolnya dengan suara keras, mau nggak mau ya kedengaranlah semua apa yang diomongin.

So, gini ceritanya salah seorang dari mereka, kita sebut saja Mr. A sedang mamerin kedekatannya dengan perempuan pada teman-temannya.

A : “Doi mau ikut nonton, bro. Tapi minta jemput. ”

“Cantik nggak? Cantik nggak?” Tanya teman-temannya bersemangat.

A : “Nggak cantik. Cuma, udah punya *SK. ”

*SK = surat keputusan yang menyatakan sebagai pegawai negeri. Artinya perempuan itu bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

Teman-teman si A makin bersemangat sampai ada yang nyelutuk seperti ini.

“Bro, kalau lu nggak mau over ke gue aja. Minta nomor telefonnya, biar gue buat dia gadaikan SKnya. ”

Dueeeng!!

Sampai disini, aku dan sahabatku saling pandang-pandangan. Mikir.

Poin pertama yang bikin meringis adalah : bagi para pria ini tampang seancur apapun nggak masalah asalkan punya pekerjaan mapan or harta or duit. Dan yang kedua bikin ngilu adalah : mereka begitu bersemangat untuk berniat memoroti perempuan targetnya.

Oke. Seharusnya aku nggak sekaget itulah. Jujur aja, aku pernah melihat gadis-gadis matrealistis yang mau saja berpacaran dengan pria, yang hanya harta atau uangnya saja yang bisa membuatnya menarik. Dan aku yakin pasti ada juga lelaki matrealistis yang bersikap sama terhadap perempuan.

Hanya saja, aku merasa kasihan pada mereka. Baik para perempuan matre atau lelaki matre. Kenapa?

Karena pencapaian mereka hanya akan sebatas materi. Yang bisa saja berupa barang dan lain-lain serta segala hal yang mempunyai ukuran atau skala mahal, mewah, terbatas dan sebagainya.

Menyedihkan sih menurutku, begitu terobsesi dengan hal-hal duniawi yang fana. Yang nggak bertahan lama dan aku yakin nggak akan bisa memuaskan ketamakan mereka sendiri.

Akan ada saatnya, dimana materi tidak lagi merupakan hal yang paling penting dan bisa membuatmu merasa bahagia. Mungkin kau tak memiliki apapun dalam kantongmu atau justru kau memiliki banyak direkeningmu, tetapi yakinlah kebahagiaan sejati bukan diukur oleh itu.

Coba cek apakah ukuran atau skala kebahagiaanmu udah benar atau belum?

One thought on “Bisik-Bisik Sebelum Nonton

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s