Dalam Diam

Diamku bukan emas.
Diamku adalah karena marah.
Diamku karena lelah mencoba, lagi dan lagi, berkali-kali.
Diamku karena hanya aku yang berusaha membuat perubahan.
Diamku karena pada akhirnya memutuskan tak peduli.
Diamku karena semua sudah tak penting.
Diamku karena “ah sudahlah, terserah saja. ”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s