Cara Mudah Untuk Berbahagia

Ada kejadian SWEET banget sore tadi. Dan aku masih senyum-senyum waktu nulis postingan ini.

Dimulai waktu aku keluar dari kamar mandi, terdengar suara spongebob menjerit-jerit kencang.

Spongebob??!

Nggak usah kaget, nada dering ponselku emang suara spongebob yang menelefon patrick. Meminta bantuannya. Perempuan usia akhir 20-an dan bertampang sok cool tapi ringtone smartphonenya adalah tokoh film kartun, hmm… nggak pantes ya? *asah golok*

Wkwkwk.

So, balik ke cerita. Setelah selesai mandi aku menemukan ponselku dipenuhi panggilan tak terjawab dan sebuah pesan dari teman sekantor.

PEREMPUAN.

Jangan mikir yang aneh-aneh dulu.

Jadi tadi pas pulang kantor kita misah, karena aku naik angkot kearah B dan temanku itu naik kearah BA. Cuma pas aku naik angkot, angkotnya itu sepi. Nggak penuh seperti biasa dan ada 3 orang penumpang lelaki plus supir. Kelihatannya mereka saling mengenal.

Teman sekantor ku ini sudah agak risih, dia melihatku cuek aja naik dan duduk di tengah, bergabung dengan mereka. Bukannya duduk di bagian belakang, sendirian. Tapi aku cuma senyum percaya diri dan melambaikan tangan.

Dan puncak kejadiannya adalah temanku ini semakin paranoid karena kirim pesan bbm ke aku tapi pending. Kemudian setelah beberapa lama menelefon aku berkali-kali dan nggak diangkat plus disms juga nggak dibales [lah, iya. Akukan lagi mandi. Nggak kedengaran lah itu si spongebob manggil-manggil. ]

Akhirnya setelah aku jawab panggilannya, dia nanya apa aku baik-baik aja. Takut aku kenapa-kenapa dan makanya dia mau mastikan aku selamat sampai rumah.

Sweet banget kan?

Hiks, jadi terharu.

Ketakutannya wajar sih mengingat dii Batam, udah banyak kejadian perempuan menjadi korban kejahatan di angkutan umum seperti yang pernah juga terjadi di Jakarta. Perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan. Oleh sebab itu harus lebih hati-hati dan menjaga diri. Apalagi aku perempuan, pendatang dan agak buta peta.

Teman sekantorku ini, punya perasaan nggak enak melihatku yang santai dan kurang awas. Sampai-sampai dia catat loh plat nomor mobil angkutan itu dan menghubungiku setelah sampai rumah. Baik banget kan? Orangnya juga cantik loh dan ramah.

Hmm… aku merasa bersalah juga sih, harusnya aku nggak boleh bikin orang yang baik dan peduli padaku menjadi cemas. Sorry ya, aku menyesal. Besok-besok nggak bakalan seperti itu lagi, janji !

Tapi, tetap saja kejadian hari ini manis. Ada orang lain yang perhatian dan tulus pada kita, siapapun itu, bukan karena saat ini aku jomblo dan desperate banget karena nggak punya pasangan [oh, pehlis…aku sama sekali nggak gitu].

Intinya perhatian sekecil apa pun dan dalam bentuk apa pun itu adalah hal baik yang perlu disebarkan.

Tersenyum pada orang asing yang berpapasan dengan kita di jalan. Mengucapkan terimakasih pada supir angkot atau kasir. Atau bersikap ramah dengan orang-orang di sekeliling kita seperti satpam, OB, petugas cleaning service, penjual koran atau siapa pun itu, yang kita kenal atau tidak, yang berhubungan langsung atau pun enggak. Nggak akan mengurangi citra kita. Nggak akan buat kita lebih capek. Pokoknya nggak bakalan merugikan waktu serta tenaga sedikit pun.

Nggak usah menghitung kebaikanmu, tebarkan saja ibarat menyemai benih. Siapa yang tau benih ini akan tumbuh menjadi apa dan berbuah apa, tapi ingatlah mungkin perbuatan baikmu ini telah menyelamatkan hari orang lain. Dan setelah melakukan hal baik dengan tulus, rasanya nggak mungkin sih nggak merasa ‘happy’ setelahnya. Semoga. Amin.

2 thoughts on “Cara Mudah Untuk Berbahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s