Dan Duka Maha Tuan Bertahta*

Kekecewaan terbesar selalu berasal dari orang-orang yang kita sayangi dan pedulikan, entah itu disengaja atau tidak.

Dibohongi.

Dikhianati.

Tidak dimengerti.

Dianggap salah.

Dipaksa untuk menerima.

Dan lain-lain.

Mereka, orang-orang tersebut sepertinya tahu betul bagaimana menyakiti kita dengan telak, dengan kejam, dengan tak terbayangkan. Menghajar kita babak belur, luar dan dalam. Hingga terkadang kita berpikir, bagaimana bisa mereka melakukan ini pada orang yang tulus, berharap dan mempercayai mereka dengan sepenuh jiwa.

Lalu apakah karena hal tersebut, kita harus membentengi hati agar tidak menyayangi dan peduli pada siapa pun? Agar kelak tidak kecewa lagi?

Aku rasa tidak.

Aku sudah berkali-kali kehilangan kepercayaan terhadap keluarga, manusia, untungnya tidak terhadap Tuhan. Dan aku masih percaya, ingin percaya bahwa masih ada kesempatan. Walau sudah berulang-ulang dikecewakan, aku mencoba lagi. Memberikan kepercayaan dan memulai awal yang baru meski jelas tidak mudah. Tetapi selalu ada harapan bukan?

¤¤¤¤

Footnote : *Dan duka maha tuan bertahta, adalah sepenggal lirik dari puisi berjudul nisan karya Chairil Anwar. Puisi ini hanya terdiri dari 4 baris pendek, yang ditulis Chairil muda untuk neneknya yang berpulang.

Isi puisi tersebut menggambarkan kesedihan bagi mereka yang telah ditinggalkan oleh orang-orang tercinta. Dan kalau aku tidak salah, puisi ini adalah puisi pertama Chairil.

Kira-kira anak-anak tahun 2000-an ke atas kenal nggak ya sama pujangga satu ini?

Chairil adalah seniman nyentrik yang jiwanya sangat bebas. Pria romantis yang sering mempersembahkan puisi-puisinya untuk Mirat, seseorang yang disebutnya tunangannya.

Seteru abadinya dalam karya adalah Sutan Takdir Alisjahbana. Gaya dan aliran sastra berbeda dan itu menimbulkan perdebatan diantara mereka.

Pujangga ini mati muda karena penyakit TBC. Dan ia menjadi tonggak perubahan sastra puisi Indonesia angkatan 45.

Sekilas tentang pujangga favorit aku, Chairil Anwar Si Binatang Jalang.

3 thoughts on “Dan Duka Maha Tuan Bertahta*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s