30 Tahun dan Kamu Belum Tua Kok

Selasa. Rabu. Eh udah jumat aja. Waktu berlalu nggak berasa dan BOOM, tau-tau udah nambah angka umur.

Usia 30 tahun dan daftar keinginanku cuma satu permintaan, berbahagia dengan diri sendiri.

Belum. Aku belum 30 tapi menuju akan kesana, mungkin pasti. He3x.

Kalau diikutin ketamakan hati manusia, tentu ada banyak hal yang akan dipanjatkan kedalam doa. Tapi, sekali lagi tapi, ini hanya aku. Nggak tau deh dengan orang lain.

Aku muak harus hidup demi memuaskan ekspektasi orang-orang, harus dengerin komentar orang lain dan harus menghadapi pertanyaan yang enggak ada habis-habis tentang jodoh.

Well, kebahagiaan itu sebaiknya nggak tergantung dengan sesuatu oleh seseorang. Jadi saat sesuatu atau seseorang yang jadi sumber kebahagiaanmu hilang, kau masih punya alasan lain untuk melanjutkan hidup dengan bermartabat dan bahagia lagi.

Bahagia itu relatif ya. Bagi setiap orang standar dan ukurannya nggak pernah bisa sama, tetapi sungguh beruntung mereka yang bisa happy dan senang dengan hal-hal kecil dan sederhana. Nggak perlu segepok duit atau sepatu Louboutin selemari untuk bisa senyum tulus dan tertawa sampai kemata. Mengerti maksudku?

Aku nggak mau usia, status dan hal lainnya membatasiku dalam menikmati hidup. Kita hidup hanya sekali dan itu singkat. Nggak ada yang bisa menjamin 5 menit ke depan kau masih bernafas dan baik-baik aja, jadi marilah kita menikmati sekarang.

Hidup yang berharga. Hidup yang kita perjuangkan. Hidup yang kita jalani, detik demi detik. Hidup, yang nggak cuma bernafas aja tanpa arti.

Selamat berusia 30 tahun dan semoga bisa lebih mencintai diri sendiri sebelum membagikannya pada orang lain.

Advertisements

Bahagia adalah BAKAT

Beberapa hari ini, ada demo buruh yang meminta kenaikan UMK di Batam. Jalanan macet, transportasi terganggu dan pekerja lain sedikit terganggu. Menurutku agak dilematis sih, upah dinaikkan oleh pemerintah, insvestor pada kabur ke negara lain yang upahnya jauuuh dibawah negara kita (kayak Vietnam dan lain-lain). Nggak dinaikkan, buruh akan terus-terusan demo sampai keinginannya dipenuhi.

So, hari ini seperti biasa aku berangkat kerja pagi dan ternyata kejebak nggak bisa masuk kantor. Ternyata si bos dan rekan kerja yang lain juga mengalami hal yang sama. Mana hujan turun sangat deras, jadilah aku dan seorang teman nongkrong di kantin. Agak siangan akhirnya bos bilang, kita balik aja ke rumah masing-masing. Hari ini libur.

YEAY.

Diantara BBM naik, demo buruh, jomblo tahunan tapi masih bisa bilang “YEAY! ” dengan bahagia adalah bakat. Dan nggak semua orang bisa melakukannya.

Hehehe…..

Oh ya, saya termasuk yang setuju BBM dinaikkan kali ini. Bukan karena saya fans berat Jokowi-JK tapi karena kali ini pemerintah berbeda. Kalau yang dulu BBM dinaikkan dan rakyat diberi kompensasi bantuan langsung tunai, cuma seperti itu, nah yang sekarang dana seperti itu tetap ada. Yang berbeda adalah dana yang harusnya buat subsidi BBM ( 53 % malah dinikmati oleh orang-orang yang memiliki mobil) akan digunakan untuk subsidi kebidang kesehatan dan pendidikan.

Pemerintah harusnya memang tidak menyuapkan makanan kemulut rakyat, toh kita bukan bayi yang tak berdaya kan? Tetapi memberikan pancing/alat untuk kita berusaha dan bekerja lebih keras. Kita lebih membutuhkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak, kesempatan berusaha dipermudah dan bantuan kredit modal dengan bunga tidak mencekik bagi yang mau memulai atau mengembangkan usaha.

Saya berharap, sangat berharap pada pemerintahan yang sekarang ini bisa membuat perubahan. Indonesia menjadi lebih baik. Rakyatnya bukan semakin sejahtera tetapi jauh lebih tangguh, bekerja lebih keras dan menikmati hidup.

Menikmati hidup. Terdengar lucu yah. Tapi maknanya dalem loh. Sebanyak apa pun harta kamu, uang kamu, kalau nggak bisa menikmati hidup ya percuma saja. Dan seberapa miskin pun kamu, tanpa sepeser uang di kantungmu tetapi hatimu senang serta selalu merasa cukup dengan apa pun yang diberikan Tuhan, kau jauh lebih beruntung dibandingkan orang yang memiliki dunia tetapi tidak menikmatinya. Jadi kamu pilih yang mana?

Yang misuh-misuh, marah karena BBM dinaikkan 2000 perak. Atau yang santai aja dan menganggap ini tantangan yang harus dilalui dengan bekerja dengan lebih giat. Bekerja lebih keras dan menghasilkan lebih banyak lagi.

Pilihan ditangan kita, mau jadi yang seperti apa.

Footnote : bagiku Facebook bukanlah tempat bermain yang asyik lagi. Temanku tidak banyak tetapi aku mengenal mereka secara personal, meski mungkin tidak sedekat itu. Nah, belakangan ini Facebook jadi ajang debat karena perbedaan pendapat. Dalam kehidupan nyata, beda itu biasa. Tapi kalau menuliskan pendapat dengan cara ‘nantangin’ dan saat dikomentari oleh orang lain yang tak sependapat, kamu nggak bisa mempertanggung jawabkan opini kamu, itu baru LUCU.

Contohnya, yang memaki, mengejek dan nge-share meme BBM naik 2000 mencerca mereka yang milih Jokowi. Well, I know them. Mereka justru bukanlah orang-orang yang terkena dampak negatifnya BBM naik. Toh mereka punya penghidupan sangat layak, bisa beli barang shopping online, gadget terupdate dan mahal. Giliran gak disubsidi lagi kok malah tereak kenceng kayak kemalingan.

Mereka cuma nggak suka Jokowi (efek belum ikhlas pilihannya kalah). Jadi apa pun yang akan dilakukan pemerintahan sekarang, meski dengan alasan baik dan tujuan yang tepat, mereka tetap akan menolaknya mentah-mentah. Ada aja lah yang salah dimata mereka.

Tapi gak apa-apa. They don’t let the good people, who want’s do the right thing for many people in Indonesia, down. Pak Jokowi – Pak JK, silahkan bekerja saja. Karena seperti kata Ahok bahkan Tuhan yang maha baik, ada yang tidak menyukainya. Apalagi kita yang cuma manusia biasa, kan?/em>

Surat Untuk Putraku di Masa Depan

Dear John,

Aku menuliskan surat ini diakhir usiaku yang ke 29 tahun.

Kau tau? Dimasa itu, wanita berumur segitu namun belum punya kekasih atau pendamping hidup, akan dianggap sebagai perempuan yang tidak laku atau tidak diinginkan. Meski para wanita tersebut cantik, berpendidikan dan punya karir sangat bagus atau prestasi yang membanggakan. Malah orang-orang akan cenderung mengatakan kegagalannya dalam menemukan pasangan hidup adalah kesalahan perempuan tersebut. Karena mungkin terlalu pemilih atau terlalu mementingkan karirnya.

Aku tidak setuju dengan pendapat itu. Bukan karena hal ini terjadi padaku.

Well, mereka lupa. Betapa jodoh bukan lah dalam kuasa manusia. Kita bisa saja memilih siapa yang kita inginkan, siapa yang kita nikahi tetapi tidak dengan siapa yang kita cintai, siapa yang menginginkan kita, siapa yang tulus dan tidak, serta siapa yang sejatinya menjadi pasangan hidup kita pada akhirnya.

Tidak ada seorang manusia yang menyukai kesepian, john. Tidak seorang pun meski manusia memang ditakdirkan ‘tanpa teman’ saat dilahirkan dan saat dikuburkan bahkan oleh mereka yang lebih memilih sendiri seumur hidupnya. Sendiri bukanlah nama lain dari sepi, kau harus bisa bedakan itu nak.

Tapi Tuhan telah menjanjikan bahwa setiap mahluk hidup selalu diciptakannya selalu berpasang-pasangan. Dan aku mempercayainya john, Tuhan adalah satu-satunya yang tak pernah membohongiku atau pun mengecewakanku.

John, putraku.

Mungkin kau sudah dengar bahwa namamu sama seperti namaku, diambil dari nama kakekmu. Jon Anwar Simanjuntak. Aku ingin menceritakan beberapa hal tentang beliau, yang tidak sempat bertemu denganmu (sedihnya, ia juga tidak sempat melihat aku menikah). Tapi yakinlah, kakekmu pasti menyayangimu dan bangga padamu.

Kakekmu adalah seorang pria cerdas, berkepribadian unik dan punya selera humor yang tinggi (aku berharap kau mendapat warisan gen ini darinya). Ia juga suka menyanyi dan bisa bermain gitar.

Beliau dalam hidup memang tidak sempurna, john. Ia tetap manusia biasa yang pernah melakukan hal salah tetapi aku sangat menyayangi dan menghormati kakekmu. Sudahkah aku bilang bahwa aku adalah putri kebanggaannya?

Salah satu nasihat yang paling aku ingat adalah ia selalu menekankan untuk bersikap jujur meski keadaan sulit dan meski hal ini akan membuat kita terkena masalah.

Aku tidak tau apakah ini pengaruh karena kakekmu adalah mahasiswa filsafat atau mungkin karena ayahnya adalah seorang penegak hukum. Yang jelas papaku mengajarkan kami anak-anaknya untuk bersikap jujur dan mau mengakui serta menerima kesalahan jika itu memang salah.

Dan aku memegang teguh ajaran kakekmu hingga saat ini. Hingga bila aku diminta melakukan white lies pun demi alasan kebaikan, aku sangat kesulitan. Mungkin aku memang tak berbakat menjadi pembohong yang baik.

John, sayangku.

Kakekmu adalah satu-satunya orang, yang mendorongku untuk suka menulis. Beliau semasa hidupnya, dari mulai cinta monyetnya dengan nenekmu hingga usia pernikahan belasan tahun mereka, masih sering menulis surat satu sama lain.

Jangan heran bila kau menemukan puluhan surat cinta mereka di gudang. Itu adalah harta karun nenekmu. Terkadang aku menemukannya sedang membaca lagi surat-surat itu sambil menangis. Dan aku tidak mau mengganggunya. Kematian kakekmu tidak membuat cinta mereka berhenti, john. Aku bisa bersaksi untuk itu.

John,

Aku berdoa dan sangat-sangat berharap, kau tumbuh dengan sehat serta bahagia. Menjadi pemuda yang cerdas, tidak sungkan bekerja keras, dikelilingi para gadis memuji dan memujamu juga para teman yang menghormatimu. Serta tau benar apa yang kau inginkan, bagaimana cara mencapainya namun tetap dekat dengan Tuhan.

Jangan lupa untuk melakukan hal yang benar, sayang. Mungkin akan menjadi pilihan yang sulit tetapi bukan tidak mungkin, bukan?

John, putraku. Aku harap tidak akan pernah lupa untuk mengatakan padamu, aku menyayangimu. Aku sangat bersyukur memilikimu. Dan sangat bangga padamu, siapa pun dirimu dan seperti apa dirimu hingga saat ini.

Tuhan sangat baik padaku, padamu dan pada kita. Jangan pernah meninggalkannya, nak. Jangan melupakannya meski kau sedang marah, terluka atau pun merasa dikhianati dunia.

Jauh di lubuk hatimu kau pasti tau apa yang benar, jadi jangan menangkan iblis dalam dirimu.

Terakhir yang ingin kukatakan john, aku mungkin bukan ibu yang sempurna. Aku pun pernah salah dan mungkin akan salah lagi (aku tidak akan membela diri). Sudahkah kukatakan aku menyayangimu? Bila sudah, tak apa aku mengulanginya lagi.
Aku menyayangimu nak. Hiduplah dengan kepala tegak bukan hanya karena semua bakat dan prestasimu, tetapi juga karena pilihanmu untuk meraih semua keberhasilan atau pun kejatuhan (semoga tidak) dengan tanganmu sendiri dan juga dengan cara-cara yang benar. Tidak perlu malu dengan itu, kau hanya perlu berusaha lagi dan lagi.

Salam sayang.

Ibu.

Aku [Mencintai] Meski Mungkin Kau Tidak Lagi

Kau bilang kau inginkan jarak.
Kau bilang butuh waktu untuk sendirian.
Kau bilang jenuh tentang semuanya dan terutama mungkin karena aku.
Lalu aku meski bingung, takut, kecewa dan sedih, memberimu cukup ruang agar kau dapat memikirkan semuanya.
Masih memegang sedikit harapan bahwa rasa yang walau telah lama dan usang, mungkin akarnya telah dalam dan tak tergoyahkan.

Kenyataannya tidak.

Kau putuskan bahwa tidak ada lagi yang namanya kita.
Kau memintaku agar melupakan semua yang telah kita lewati dan memulai lagi tanpa keberadaanmu.

Andai semudah itu, semudah dan secepat saat kamu mengucapkan kata ‘pisah’.

Aku tidak bisa meminta lebih dari ini tetapi tolong, pikirkan lagi perasaan bahagiamu ketika jari-jari kita terjalin, erat dan hangat. Malam-malam dimana kau mengawasiku yang tertidur dalam lenganmu. Dan rasa syukur yang selalu kau ucapkan disetiap pagi, saat cahaya membuatmu mengenali akulah yang pertama kau lihat.

Ingatlah saat-saat ini dan jangan lupakan kita pernah bahagia.