Aku [Mencintai] Meski Mungkin Kau Tidak Lagi

Kau bilang kau inginkan jarak.
Kau bilang butuh waktu untuk sendirian.
Kau bilang jenuh tentang semuanya dan terutama mungkin karena aku.
Lalu aku meski bingung, takut, kecewa dan sedih, memberimu cukup ruang agar kau dapat memikirkan semuanya.
Masih memegang sedikit harapan bahwa rasa yang walau telah lama dan usang, mungkin akarnya telah dalam dan tak tergoyahkan.

Kenyataannya tidak.

Kau putuskan bahwa tidak ada lagi yang namanya kita.
Kau memintaku agar melupakan semua yang telah kita lewati dan memulai lagi tanpa keberadaanmu.

Andai semudah itu, semudah dan secepat saat kamu mengucapkan kata ‘pisah’.

Aku tidak bisa meminta lebih dari ini tetapi tolong, pikirkan lagi perasaan bahagiamu ketika jari-jari kita terjalin, erat dan hangat. Malam-malam dimana kau mengawasiku yang tertidur dalam lenganmu. Dan rasa syukur yang selalu kau ucapkan disetiap pagi, saat cahaya membuatmu mengenali akulah yang pertama kau lihat.

Ingatlah saat-saat ini dan jangan lupakan kita pernah bahagia.

One thought on “Aku [Mencintai] Meski Mungkin Kau Tidak Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s