Bahagia adalah BAKAT

Beberapa hari ini, ada demo buruh yang meminta kenaikan UMK di Batam. Jalanan macet, transportasi terganggu dan pekerja lain sedikit terganggu. Menurutku agak dilematis sih, upah dinaikkan oleh pemerintah, insvestor pada kabur ke negara lain yang upahnya jauuuh dibawah negara kita (kayak Vietnam dan lain-lain). Nggak dinaikkan, buruh akan terus-terusan demo sampai keinginannya dipenuhi.

So, hari ini seperti biasa aku berangkat kerja pagi dan ternyata kejebak nggak bisa masuk kantor. Ternyata si bos dan rekan kerja yang lain juga mengalami hal yang sama. Mana hujan turun sangat deras, jadilah aku dan seorang teman nongkrong di kantin. Agak siangan akhirnya bos bilang, kita balik aja ke rumah masing-masing. Hari ini libur.

YEAY.

Diantara BBM naik, demo buruh, jomblo tahunan tapi masih bisa bilang “YEAY! ” dengan bahagia adalah bakat. Dan nggak semua orang bisa melakukannya.

Hehehe…..

Oh ya, saya termasuk yang setuju BBM dinaikkan kali ini. Bukan karena saya fans berat Jokowi-JK tapi karena kali ini pemerintah berbeda. Kalau yang dulu BBM dinaikkan dan rakyat diberi kompensasi bantuan langsung tunai, cuma seperti itu, nah yang sekarang dana seperti itu tetap ada. Yang berbeda adalah dana yang harusnya buat subsidi BBM ( 53 % malah dinikmati oleh orang-orang yang memiliki mobil) akan digunakan untuk subsidi kebidang kesehatan dan pendidikan.

Pemerintah harusnya memang tidak menyuapkan makanan kemulut rakyat, toh kita bukan bayi yang tak berdaya kan? Tetapi memberikan pancing/alat untuk kita berusaha dan bekerja lebih keras. Kita lebih membutuhkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak, kesempatan berusaha dipermudah dan bantuan kredit modal dengan bunga tidak mencekik bagi yang mau memulai atau mengembangkan usaha.

Saya berharap, sangat berharap pada pemerintahan yang sekarang ini bisa membuat perubahan. Indonesia menjadi lebih baik. Rakyatnya bukan semakin sejahtera tetapi jauh lebih tangguh, bekerja lebih keras dan menikmati hidup.

Menikmati hidup. Terdengar lucu yah. Tapi maknanya dalem loh. Sebanyak apa pun harta kamu, uang kamu, kalau nggak bisa menikmati hidup ya percuma saja. Dan seberapa miskin pun kamu, tanpa sepeser uang di kantungmu tetapi hatimu senang serta selalu merasa cukup dengan apa pun yang diberikan Tuhan, kau jauh lebih beruntung dibandingkan orang yang memiliki dunia tetapi tidak menikmatinya. Jadi kamu pilih yang mana?

Yang misuh-misuh, marah karena BBM dinaikkan 2000 perak. Atau yang santai aja dan menganggap ini tantangan yang harus dilalui dengan bekerja dengan lebih giat. Bekerja lebih keras dan menghasilkan lebih banyak lagi.

Pilihan ditangan kita, mau jadi yang seperti apa.

Footnote : bagiku Facebook bukanlah tempat bermain yang asyik lagi. Temanku tidak banyak tetapi aku mengenal mereka secara personal, meski mungkin tidak sedekat itu. Nah, belakangan ini Facebook jadi ajang debat karena perbedaan pendapat. Dalam kehidupan nyata, beda itu biasa. Tapi kalau menuliskan pendapat dengan cara ‘nantangin’ dan saat dikomentari oleh orang lain yang tak sependapat, kamu nggak bisa mempertanggung jawabkan opini kamu, itu baru LUCU.

Contohnya, yang memaki, mengejek dan nge-share meme BBM naik 2000 mencerca mereka yang milih Jokowi. Well, I know them. Mereka justru bukanlah orang-orang yang terkena dampak negatifnya BBM naik. Toh mereka punya penghidupan sangat layak, bisa beli barang shopping online, gadget terupdate dan mahal. Giliran gak disubsidi lagi kok malah tereak kenceng kayak kemalingan.

Mereka cuma nggak suka Jokowi (efek belum ikhlas pilihannya kalah). Jadi apa pun yang akan dilakukan pemerintahan sekarang, meski dengan alasan baik dan tujuan yang tepat, mereka tetap akan menolaknya mentah-mentah. Ada aja lah yang salah dimata mereka.

Tapi gak apa-apa. They don’t let the good people, who want’s do the right thing for many people in Indonesia, down. Pak Jokowi – Pak JK, silahkan bekerja saja. Karena seperti kata Ahok bahkan Tuhan yang maha baik, ada yang tidak menyukainya. Apalagi kita yang cuma manusia biasa, kan?/em>

2 thoughts on “Bahagia adalah BAKAT

  1. Biasa mbak. Mayoritas rakyat negara ini kan hidupnya bergantung pada pemerintah. Di antaranya memang yg seperti mbak bilang itu, nunggu pemerintah nyuapin ke makanan ke mulut mereka. Ditambah lagi sebagian dari kita “agak” terganggu kalau dituntut untuk bekerja keras. Ya gitu deh reaksinya…

    • sayang kan, padahal pemerintahan yang sekarang ini tampaknya sangat ingin bekerja keras. Nggak akan bisa berjalan lancar kalau rakyatnya nggak dukung. Dan gimana mau mengubah nasib kalau kita sendiri maunya bergantung terus dan nggak mau bekerja lebih keras.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s