Aku Tercabik Oleh Sebuah Kata Usai Malam Kita Tak Sekedar Hanya Tidur

image

Menjadi kejam di pagi hari, ketika yang kutemukan adalah secarik kertas dengan sebaris kata, maaf, yang kau tulis terburu-buru. Seolah ini menegaskan apa yang terjadi sebelumnya hanya sebuah kesalahan. 

Nafsu dikalikan orang dan waktu ditempat yang salah. Hanya sebatas itu hal yang dapat dipikirkan oleh hati yang telah mendambakan mu sekian lama dan kini digampar kepahitan.

Tidak ada yang dapat menggambarkan rasa malu, marah juga sedih ku ini. Kau berhasil menusuk tepat kelemahan ku dan aku tak bisa membalas dengan sama menyakitkan nya.

Tetapi mungkin ini lebih baik daripada aku berpikir sebaliknya. Karena semalam, nyaris saja aku percaya bahwa kau rasakan hal yang sama dengan yang ku rasa selama ini.

Jadi, aku akan menghapus air mata yang terlanjur mengalir. Menelan kesedihan ini bulat-bulat dan tidak akan memuntahkannya, terlebih padamu.

Aku harus beranjak dari mu, dari perasaan sepihak ini, dari kenangan malam itu.

Meskipun aku tidak menyesali apa yang sudah terjadi. Yang kurasakan adalah nyata dan aku tulus dengan yang kulakukan. Aku tidak hanya menyerahkan diriku tapi sialnya kau mungkin tak menyadari itu. Dan betapa tidak beruntungnya diri ini, kumohon perih cukuplah sampai disini.

Aku pergi.

3 thoughts on “Aku Tercabik Oleh Sebuah Kata Usai Malam Kita Tak Sekedar Hanya Tidur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s