Bicara Luka : Dalam Badai

image

I know you somewhere out there, somewhere far away.

Bangun di pagi hari dengan lirik tersebut terngiang, apa aku gila?
Aku pikir memang sudah dari dulu gila dan sekarang bertambah gila. Setidaknya meski hanya dalam pikiranku.

Apa penyebab semua resah ini?

Beberapa hari lagi usiaku genap 30 tahun. Dan aku lajang tanpa punya hubungan khusus dengan lawan jenis. Bisa dibilang situasi yang ‘suck’ serta berat menjalaninya, tau maksudnya kan.

Aku harus bersikap, terlihat tidak terbebani masalah jodoh meskipun memang tidak. Orang-orang, kalian tau kan? Betapa mereka suka mempermainkan kenyataan menjadi ‘sendiri’ ibaratkan aib dan dosa.

Aib dan dosa.

Ah, sudahlah. Jadi kuputuskan menatap bayanganku dicermin dan tersenyum. Bersyukur atas apa yang aku lihat. Serta apa yang akan ia temukan dan miliki. Dia siapa? Dianya aku. Siapapun itu.

Dalam badai, kau tidak hanya akan menemukan kekacauan. Bila dicermati, kau pasti akan menyadari kekuatan besar Tuhan dalam menjaga, mengurus, menghukum ciptaannya. Dan menginspirasi umatnya, bahwa bencana pun adalah satu tanda cinta pula.

Cinta dan konsekuensi.

Sabar Itu Berat Sayang-Sayangku

image

Aku pernah bilang bahwasanya yang paling bisa menyakiti kita dengan kejam biasanya adalah orang-orang yang kita sangat peduli kan, seperti keluarga. Saudara kandung, ayah atau bahkan ibu kita sendiri. Tetapi bagaimana buruknya itu, keluarga adalah keluarga. Dan darah selalu lebih kental daripada air.

Maksudnya sebesar apapun rasa kecewa yang dialami nggak akan bisa mengubah keadaan bahwa mereka tetap keluarga. Memutuskan hubungan? Ku pikir hal tersebut juga nggak bisa. Orang seperti apa yang bisa berhenti peduli bila saudara, kakak, adik, abang, ayah ataupun ibunya dalam masalah dan butuh bantuan. Apapun itu. Atau seberapa brengseknya pun mereka, kita pasti nggak bisa diam saja dan tak melakukan apa-apa.

Diberkati lah mereka yang seumur hidupnya selalu jadi orang baik dan harus (terpaksa karena tidak punya pilihan lain) menyelesaikan masalah yang dibuat keluarga atau orang terdekatnya. Karena percaya atau tidak, di dunia ini ada orang-orang yang terlahir hanya bisa menjadi cobaan bagi yang lainnya. Para pecundang yang hanya bisa memberikan masalah dan tidak punya tanggung jawab. Yang sebenarnya adalah sampah dan akan terus menjadi sampah, apabila dirinya sendiri tidak mau berubah.

So, kesimpulannya sabar itu berat. Jadi orang baik itu nggak pernah mudah. Dan 1000 kali jauh lebih gampang jadi seseorang egois, bodoh dan tak bertanggung jawab. Sayangnya pilihan apa yang kita punya selain melakukan hal yang benar. Do the right thing!

True Love is ….

image

Aku percaya bahwa cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya. Pria pertama yang memeluknya erat, memberikan ribuan ciuman dan kasih tanpa syarat. Serta melindungi tanpa pamrih. Ksatria kuda putih yang sejati.

Well, ide romantis ini mungkin terlihat kekanakan ya. Tapi aku menyukainya. Bokapku adalah orang yang paling cemas saat aku pertama kali berpacaran. Beliau tetap sok cool saat aku bercerita tentang kedekatanku dengan seorang senior yang kelak jadi kekasih pertamaku. Padahal dibelakang ia curhat pada nyokap betapa tidak nyamannya dengan keadaan ini.

Lucu. Bokap percaya dan yakin sampai pada akhir kalau aku tidak akan pernah melakukan sesuatu yang membuatnya merasa kecewa. Dan aku buktikan itu sampai kini meskipun bokap udah nggak ada.

Ayahku adalah orang paling penting bagiku. Dia mempengaruhiku sampai ke akar pikiran. Papa, dia tak tergantikan. Dan jauh sebelum aku bisa mencintai orang lain, beliau adalah cinta pertamaku yang murni. Tanpa hasrat, nafsu dan keinginan egois lainnya

Cinta bukan hanya merupakan perasaan nyata terhadap lawan jenis. Bukan hanya menerima semua hal yang kau inginkan tanpa rasa malu. Tetapi juga memberi, memberi dan terus memberikan semua yang kau punya. Karena kau tau betul, hal itulah yang paling orang terkasihmu butuhkan.

Kepada para ayah yang mencintai putrinya, yang dicintai oleh para putrinya, yang melakukan apapun apa saja untuk kebahagian putrinya. Diberkatilah mereka dan diberikan kesempatan menghantarkan putrinya menuju altar, meraih bahagianya dengan pria pilihannya. Serta tabah menerima bahwa pada akhirnya kebahagiaan putrinya bukanlah di tangannya lagi.

Love Your Live

image

Apa yang kau lakukan di malam tahun baru?

Aku nonton film jelek, outcast. Yang dibintangi Nicholas Cage dan Hayden Christensen.

Sumpah ini film sampah. Nggak jelas dan sangat setengah-setengah. Mau dibilang film laga, adegan kelahinya sama sekali gak menarik. Dibilang film perang, adegan perangnya cuma sebegitu aja. Nggak kolosal dan sayang banget Hayden ngancurin imagenya dengan menerima tawaran ini. Kalau Cage mah, udah turun grade sejak bangkrut. Film sampahnya udah banyak.

Kemudian setelah nonton, aku liat pesta kembang api di alun-alun kota, yang mana kecepatan 10 menit dari jam 00.00 wib. Panitia acaranya aneh, kok bisa-biasanya salah menghitung waktu.

Anyway, itu nggak penting dibahas. Kembang apinya cukup kerenlah.

Aku cuma mau mengucapkan selamat ulang tahun ke 57 buat bokap.

Selamat ulang tahun Papa, keep rock n roll and you know i always love you. I’ll be alright as always. We miss you, all the time.