Sabar Itu Berat Sayang-Sayangku

image

Aku pernah bilang bahwasanya yang paling bisa menyakiti kita dengan kejam biasanya adalah orang-orang yang kita sangat peduli kan, seperti keluarga. Saudara kandung, ayah atau bahkan ibu kita sendiri. Tetapi bagaimana buruknya itu, keluarga adalah keluarga. Dan darah selalu lebih kental daripada air.

Maksudnya sebesar apapun rasa kecewa yang dialami nggak akan bisa mengubah keadaan bahwa mereka tetap keluarga. Memutuskan hubungan? Ku pikir hal tersebut juga nggak bisa. Orang seperti apa yang bisa berhenti peduli bila saudara, kakak, adik, abang, ayah ataupun ibunya dalam masalah dan butuh bantuan. Apapun itu. Atau seberapa brengseknya pun mereka, kita pasti nggak bisa diam saja dan tak melakukan apa-apa.

Diberkati lah mereka yang seumur hidupnya selalu jadi orang baik dan harus (terpaksa karena tidak punya pilihan lain) menyelesaikan masalah yang dibuat keluarga atau orang terdekatnya. Karena percaya atau tidak, di dunia ini ada orang-orang yang terlahir hanya bisa menjadi cobaan bagi yang lainnya. Para pecundang yang hanya bisa memberikan masalah dan tidak punya tanggung jawab. Yang sebenarnya adalah sampah dan akan terus menjadi sampah, apabila dirinya sendiri tidak mau berubah.

So, kesimpulannya sabar itu berat. Jadi orang baik itu nggak pernah mudah. Dan 1000 kali jauh lebih gampang jadi seseorang egois, bodoh dan tak bertanggung jawab. Sayangnya pilihan apa yang kita punya selain melakukan hal yang benar. Do the right thing!

One thought on “Sabar Itu Berat Sayang-Sayangku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s