Bicara Luka : Dalam Badai

image

I know you somewhere out there, somewhere far away.

Bangun di pagi hari dengan lirik tersebut terngiang, apa aku gila?
Aku pikir memang sudah dari dulu gila dan sekarang bertambah gila. Setidaknya meski hanya dalam pikiranku.

Apa penyebab semua resah ini?

Beberapa hari lagi usiaku genap 30 tahun. Dan aku lajang tanpa punya hubungan khusus dengan lawan jenis. Bisa dibilang situasi yang ‘suck’ serta berat menjalaninya, tau maksudnya kan.

Aku harus bersikap, terlihat tidak terbebani masalah jodoh meskipun memang tidak. Orang-orang, kalian tau kan? Betapa mereka suka mempermainkan kenyataan menjadi ‘sendiri’ ibaratkan aib dan dosa.

Aib dan dosa.

Ah, sudahlah. Jadi kuputuskan menatap bayanganku dicermin dan tersenyum. Bersyukur atas apa yang aku lihat. Serta apa yang akan ia temukan dan miliki. Dia siapa? Dianya aku. Siapapun itu.

Dalam badai, kau tidak hanya akan menemukan kekacauan. Bila dicermati, kau pasti akan menyadari kekuatan besar Tuhan dalam menjaga, mengurus, menghukum ciptaannya. Dan menginspirasi umatnya, bahwa bencana pun adalah satu tanda cinta pula.

Cinta dan konsekuensi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s