Karena tidak pernah ada ‘kita’

image

Aku enggak ngerti kenapa diusia matang, masih ada juga orang dewasa yang pikiran dan kelakuannya kayak layangan putus aka ALAY. Mungkin umur memang bukan jaminan kedewasaan dan kebijaksanaan bagi beberapa orang.

Nyokap beberapa hari lalu mencak-mencak via telfon. Perkaranya ada seorang temanku yang dengar dari seorang teman juga, yang sama-sama lagi bekerja di kota B seperti aku.

Awalnya aku emang beberapa kali jalan dengan teman ini, tapi belakangan aku selalu menolak. Yang parahnya adalah dia ngomong gini, “Yona berubah waktu tau aku jadian sama sepupunya ” ke teman yang cerita ke nyokap, yang akhirnya sampai juga ke aku.

Aku bengong.

Spinning Barbie Head.

Wkwkwk.

Kesannya dimata teman lelaki itu kok kayak aku jealous ya? Padahal jauh sebelum aku tau dia dekat sepupuku, aku memang sudah ndak mau jalan (cuma makan dan nonton bioskop) sama dia lagi. Bukan apa-apa, aku emang nggak mood aja dengannya.

Gini loh, aku pikir semakin dewasa seorang perempuan maka semakin ia lebih mementingkan kenyamanan bagi dirinya. Dan aku adalah salah satunya. Lah kalo gak nyaman ngapain dipaksa sih?

Kita hidup punya limit waktu, so buat apa sia-siain untuk hal yang gak bikin happy? Dan sejujurnya, jalan dengan teman yang satu itu nggak asyik. You know what i meanlah. Jomblo-jomblo gini, aku masih milih dan punya selera yang bagus. Wkwkwk.

Aku sih santai dianggap begini,  kenyataannya aku sama sekali nggak naksir lelaki itu. Jadi mau cemburu dari mana coba? Karena untuk cemburu harus ada apa-apanya. Karena untuk cemburu harus ada alasannya. Karena untuk bisa cemburu kita butuh perasaan memiliki yang kuat. Dan aku tidak punya itu. Boro-boro.

Jadi kesimpulannya, mungkin para laki-laki memang butuh alasan. Alasan kenapa ditolak, seremeh apapun itu. Jadi nggak usah kaget kalau ada perempuan yang nolak lelaki dengan alasan klise dan nggak penting. Misalnya : “sorry ya, aku nggak bisa nerima kamu. Soalnya tetangga kucing sepupu nenek aku, alergi sama bau kerek kamu. ” atau “Maaf ya. Kita temenan aja. Soalnya aku mau fokus kerja dulu, mau ngumpulin duit biar operasi biar bisa nyaingi bokong Kim K. ”

Dan buat mereka yang pikirannya terlalu liar, merasa ge-er dicemburui. Well, selamat. Dunia lo kecil banget, seolah hanya berputar untuk lo dan semuanya cuma ada lo, lo dan elo.

What a pitty and pathetic, Wkwkwk.

Halah, ribet banget sih hidup. Pokoknya selamat bermalam minggu, di hari terakhir bulan februari 2015. Keep rock and roll, guys.

Advertisements

LOVE SICK : Rencana Jahat

image

“Katakan sekali lagi. ”

Damon mencengkeram dagu Lily, memaksanya melihat langsung padanya. Raut wajah tampan miliknya tampak dingin dan pelipisnya berkedut menahan emosi.

Gadis itu meski dengan wajah pucat dan sembab bekas menangis sepanjang malam serta rambut pirang kusut, dia masih tampak begitu cantiknya. Dan kini ia balas menatap pada pria di hadapannya, penuh kemarahan.

“Aku tidak mau melihatmu lagi. ” jeritnya frustrasi.

Damon Osorio Silva tersenyum. Ada rona kebahagiaan yang ganjil pada sinar matanya.

Dengan lembut jempol tangannya mengusap bibir Lily. Bibir yang semalaman telah ia bungkam berkali-kali dengan ciuman keras. Dan hingga kini belum puas, ia masih tergoda untuk mengecupnya.

Damon menelan air ludahnya. Menahan diri dari nafsunya yang tiba-tiba membuncah.

“Sepertinya itu tidak mungkin. ” ucapnya tenang.

Ia kembali mengukur reaksi gadis ini. Matanya dengan tajam menatap Lily dan mengintimidasi.

“Aku …. akan melupakan kejadian ini. Seperti tidak pernah ada. ” bisik gadis itu dengan ekspresi terluka yang tak dapat disembunyikan.

“Kau pun harus melupakannya. Anggap saja tak pernah terjadi. ”

Cengkeraman jari-jari Damon mengetat. Kemarahannya kembali memuncak usai mendengar ucapan gadis itu. Dengan kasar ia menarik kain yang membungkus tubuh Lily. Membuat si gadis kembali panik dan ketakutan.

Tidak. ” pintanya dalam hati. “Jangan lagi. ”

Sekuat tenaga ia mempertahankan selimut yang menutupinya. Tak ada suara yang keluar dari mulutnya, karena ketakutan telah membekukan pita suaranya.

Lily menangis tercekat.

“Aku tidak akan melupakan hari ini. Bagaimana rasanya tubuh kamu, memiliki kamu dibawah kekuasaanku. Mendengar jeritan kamu, permohonan kamu dan tangisan dari mulut lancang ini. ”

Damon kembali menekan jarinya pada bibir bengkak Lily.

Ia tersenyum culas.

“Aku tidak akan lupa. ” bisiknya di telinga gadis itu.

Lalu menyeringai kejam.

“Tidak setiap hari kan ada yang memperkosamu. Dan kupastikan kau tidak akan pernah bisa lupa, Lily Mariana Van Oord. ”

Damon kembali mengancamnya.

“Aku membencimu. ” pekiknya histeris.

Aku tau. ” Damon tersenyum.

“Aku ingin kau mati. ”

Aku juga tau itu. ”

Lily masih menangis dengan suara terisak. Kedua belah pergelangan tangannya masih terikat di kepala ranjang. Tubuhnya bersandar dan ia menekuk kakinya, menutupi dada serta perutnya. Tapi tidak bisa menghalangi dirinya dari Damon.

Kau milik ku. Selamanya. “

“Aku akan memastikan kamu mengandung anakku lalu tidak ada alasan lagi menunda pernikahan. Dan setelah itu, aku tidak akan pernah melepaskan mu. “

Tidak Sama Dengan Pelukan Tertinggal

image

“Kak, itu si penyanyi yang suka bilang ‘auuuuuuu…..’ ” nyokap melolong, menirukan suara jeritan srigala, “konser di Jakarta ya. ” kata nyokap saat kemarin malam menghubungiku via telfon.

Aku nyengir.

Maksud nyokap adalah seorang penyanyi yang aku sukai karyanya. Dan memang ciri khasnya adalah suara lolongan tersebut selalu ada dibeberapa lagu solo maupun grupnya. Tapi sebenarnya yang datang ke Indonesia baru-baru ini bukan si penyanyi tersebut. Melainkan sahabat sekaligus rekan segrupnya.

Nyokap bilang saat nonton Tv ada berita tentang konser itu dan dia pikir ini orang yang suka aku dengarkan musiknya.

Beliau sih nggak sepenuhnya salah. Tapi yang buat aku terkejut adalah nyokap tau detil nggak penting tentang musik yang sering aku dengar. Itu artinya beliau perhatian kan?

Yah, cinta itu bukan melulu tentang siapa yang paling banyak memberi, siapa yang paling berkorban. Cinta juga merupakan perhatian-perhatian kecil tentang hal mendasar orang yang kamu sayangi.

Apa warna kesukaannya?
Apa kutipan favoritnya?
Apa buku yang paling sering ia baca?
Apa film kesukaannya?
Apa lagu atau band favoritnya?
Dan masih banyak hal lainnya.

Jadi sudahkah kalian tahu apa hal kecil orang yang kalian sayangi? Kalau aku tau dong, hal yang paling nyokap sayangi adalah bokap. Dan karena bokap udah gak ada, bukan berarti nyokap kehilangan cintanya. Nyokap masih dan pasti akan selalu, nggak ada yang bisa gantikan lelaki itu dihatinya.

Perhatikan gambar postingan kali ini, aku ambil dari twitter (aku lupa akun siapa). Apa yang kalian lihat disana?

Itu adegan nyata, bukan dari film. Dan hanya satu yang bisa aku lihat disana.

Cinta.

Cinta anak dan orangtua.

Pernahkah kalian berpikir bahwasanya orangtua kalian nggak hidup selamanya. Kita juga nggak pernah tahu kapan ajal akan menjemput, entah itu kita atau mereka. Dan nggak ada orang yang siap dengan kehilangan atau meninggalkan orang-orang terkasihnya.

Lalu tunggu apa lagi. Jangan sia-siakan waktu. Dan jangan menyesal telah kehilangan kesempatan, karena mengungkapkan cinta dan rindu pada batu nisan, tidak akan pernah bisa sama dengan pelukan yang tertinggal.

14 Februari, My XXX day

image

Kemarin, tanggal 14 February adalah hari yang menyenangkan.

Kerja setengah hari, makan siang di Piayu Seafood bareng teman sekantor dan ditraktir bos. Kemudian pergi nonton film Kingsman, ngakak ngeliat kelakuan Samuel L Jackson kocak. Jadi penjahat megalomaniac cadel yang semaput liat darah. Beda banget dengan karakternya sebagai Captain Furry.

Sorenya pulang ke rumah kan capek. Abis mandi dan pas ngumpul ma anak-anak, eh taunya mereka bawain beginian buatku.

image

“HAPPY BIRTHDAY SUKMA* (temanku sengaja pakai nama tengah yang kubenci) ”

Terharu. Senang. Dan aku cuma bisa nyengir-nyengir bahagia. Tapi kesenangan belum berhenti disini, kita pergi karaoke-an.

Sebagai lagu pembuka kupilih Anggun C Sasmi dan Avril Levigne, sekali Rock tetap Rock sampai mati. Tadinya mau nyanyi lagu Queen tapi takut temen-temen nggak ngeh. Wkwkwk. Lain kali deh.

Happy. Pastilah. Siapa yang nggak senang diperhatikan oleh orang-orang terdekatnya. Dan siapa sih yang menolak kebahagian baik kecil ataupun sesederhana apapun itu.

Aku orang yang seperti itu. Dan cukup bersyukur dengan apapun rezeki yang diberi Tuhan.

Yup. Aku sudah XXX tahun. Kurang seksi apa coba, sampe angka romawi itu dijadikan simbol pornografi. Wkwkwk.

Aku sampai saat ini masih gamang. Nggak punya tujuan ambisius seperti punya uang sejuta dollar, menguasai dunia atau menikahi pewaris kerajaan Inggris. Bagiku rocker atau model asal Ireland lebih menggoda saat ini. Halah, salah fokus.

Well, aku cuma ingin lebih bahagia. Kelihatan sederhana? Sebenarnya jauh lebih kompleks sih. Tahun lalu make a wish-ku cuma “aku ingin bahagia. ” sekarang pake kata ‘lebih’. Hahaha.

Kompleksnya gimana? Gini kira-kira, aku nggak mungkin bisa bahagia kalau keluarga, sahabat dan orang-orang yang kusayang nggak bahagia kan. Bagaimana bisa aku bahagia, bersenang-senang sedangkan adik dan ibuku atau orang lain yang kuperdulikan sedang sakit, kekurangan, tidak punya sesuatu untuk mengisi perutnya. Atau hal lainnya.

Aku memang sering bilang nggak mau menggantungkan kebahagian pada sesuatu atau pada seseorang. Tapi sebagai sulung dengan entah bakat atau kutukan label tulang punggung keluarga, aku nggak bisa nutupi mata dan berpura-pura nggak peduli.

Kalau keluargaku bahagia baru aku bisa ikut berbahagia.

Sulit. Berat dan jelas nggak mudah. Tapi toh aku bisa menjalaninya bertahun hingga kini.

Jadi pertanyaannya adalah adakah yang mau dibagikan beban ini? Mau hidup bersamaku dengan segala term and conditions?

Seorang gadis boleh bermimpi kan. 😛

Perempuan Berhati Batu

image

“Kamu jangan jatuh cinta sama aku, nanti aku enggak mau tanggung jawab loh. ”

Perempuan itu berucap dengan nada santai namun tampak sangat percaya diri. Ia dengan mata bulat bermanik kelam, melirik tajam penuh rahasia pada lelaki yang duduk di hadapannya. Yang tak dapat menyembunyikan keterkejutan dan sedikit rasa malu, di raut wajah sang lelaki malang tersebut.

“Kok kamu ngomong begitu?” Tanyanya berhati-hati.

Wanita itu tersenyum. Bukan sejenis senyum menenangkan. Ada binar aneh di sudut matanya dan bibirnya membentuk garis nyaris datar. Meremehkan.

Ia mengedikkan bahu, seolah tak peduli. Dan memang ia tidak pernah peduli.

“Cuma berjaga-jaga.” Katanya ringan.

Pria itu menatapnya seksama. Mengamati tingkahnya yang selalu tanpa beban. Lalu ia tertawa sambil menggelengkan kepala.

Terkejut. Tidak percaya. Dan terpukul. Berganti-ganti mengisi ekspresi wajahnya.

“Wah, …….. ”

“Kejam banget kamu. ”

Wanita itu ikut tertawa.

“Boleh dibilang begitu. Tapi sebenarnya aku cuma malas basa-basi.”

Kali ini ia menatap serius pada pria di hadapannya. Seolah mengatakan dengan jelas bahwa ia sama sekali tidak tertarik dengan apapun yang lelaki ini tawarkan padanya kelak.

Dan sang lelaki, egonya terlecut. Antara merasa tertantang dan ditolak mentah-mentah. Tetapi jujur ia menyadari bahwa perempuan di depannya ini, bukan sembarangan. Bukan dari jenis yang bisa dengan mudah digoda dan perdaya oleh rayuan. Dan bukan tipe yang gampang ditaklukkan.

Perempuan ini tahu benar apa yang ia mau. Dan jelas sekali mengerti cara mendapatkan apa yang ia inginkan dengan usahanya sendiri.

Perempuan ini adalah aku.