14 Februari, My XXX day

image

Kemarin, tanggal 14 February adalah hari yang menyenangkan.

Kerja setengah hari, makan siang di Piayu Seafood bareng teman sekantor dan ditraktir bos. Kemudian pergi nonton film Kingsman, ngakak ngeliat kelakuan Samuel L Jackson kocak. Jadi penjahat megalomaniac cadel yang semaput liat darah. Beda banget dengan karakternya sebagai Captain Furry.

Sorenya pulang ke rumah kan capek. Abis mandi dan pas ngumpul ma anak-anak, eh taunya mereka bawain beginian buatku.

image

“HAPPY BIRTHDAY SUKMA* (temanku sengaja pakai nama tengah yang kubenci) ”

Terharu. Senang. Dan aku cuma bisa nyengir-nyengir bahagia. Tapi kesenangan belum berhenti disini, kita pergi karaoke-an.

Sebagai lagu pembuka kupilih Anggun C Sasmi dan Avril Levigne, sekali Rock tetap Rock sampai mati. Tadinya mau nyanyi lagu Queen tapi takut temen-temen nggak ngeh. Wkwkwk. Lain kali deh.

Happy. Pastilah. Siapa yang nggak senang diperhatikan oleh orang-orang terdekatnya. Dan siapa sih yang menolak kebahagian baik kecil ataupun sesederhana apapun itu.

Aku orang yang seperti itu. Dan cukup bersyukur dengan apapun rezeki yang diberi Tuhan.

Yup. Aku sudah XXX tahun. Kurang seksi apa coba, sampe angka romawi itu dijadikan simbol pornografi. Wkwkwk.

Aku sampai saat ini masih gamang. Nggak punya tujuan ambisius seperti punya uang sejuta dollar, menguasai dunia atau menikahi pewaris kerajaan Inggris. Bagiku rocker atau model asal Ireland lebih menggoda saat ini. Halah, salah fokus.

Well, aku cuma ingin lebih bahagia. Kelihatan sederhana? Sebenarnya jauh lebih kompleks sih. Tahun lalu make a wish-ku cuma “aku ingin bahagia. ” sekarang pake kata ‘lebih’. Hahaha.

Kompleksnya gimana? Gini kira-kira, aku nggak mungkin bisa bahagia kalau keluarga, sahabat dan orang-orang yang kusayang nggak bahagia kan. Bagaimana bisa aku bahagia, bersenang-senang sedangkan adik dan ibuku atau orang lain yang kuperdulikan sedang sakit, kekurangan, tidak punya sesuatu untuk mengisi perutnya. Atau hal lainnya.

Aku memang sering bilang nggak mau menggantungkan kebahagian pada sesuatu atau pada seseorang. Tapi sebagai sulung dengan entah bakat atau kutukan label tulang punggung keluarga, aku nggak bisa nutupi mata dan berpura-pura nggak peduli.

Kalau keluargaku bahagia baru aku bisa ikut berbahagia.

Sulit. Berat dan jelas nggak mudah. Tapi toh aku bisa menjalaninya bertahun hingga kini.

Jadi pertanyaannya adalah adakah yang mau dibagikan beban ini? Mau hidup bersamaku dengan segala term and conditions?

Seorang gadis boleh bermimpi kan.😛

One thought on “14 Februari, My XXX day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s