Tidak Sama Dengan Pelukan Tertinggal

image

“Kak, itu si penyanyi yang suka bilang ‘auuuuuuu…..’ ” nyokap melolong, menirukan suara jeritan srigala, “konser di Jakarta ya. ” kata nyokap saat kemarin malam menghubungiku via telfon.

Aku nyengir.

Maksud nyokap adalah seorang penyanyi yang aku sukai karyanya. Dan memang ciri khasnya adalah suara lolongan tersebut selalu ada dibeberapa lagu solo maupun grupnya. Tapi sebenarnya yang datang ke Indonesia baru-baru ini bukan si penyanyi tersebut. Melainkan sahabat sekaligus rekan segrupnya.

Nyokap bilang saat nonton Tv ada berita tentang konser itu dan dia pikir ini orang yang suka aku dengarkan musiknya.

Beliau sih nggak sepenuhnya salah. Tapi yang buat aku terkejut adalah nyokap tau detil nggak penting tentang musik yang sering aku dengar. Itu artinya beliau perhatian kan?

Yah, cinta itu bukan melulu tentang siapa yang paling banyak memberi, siapa yang paling berkorban. Cinta juga merupakan perhatian-perhatian kecil tentang hal mendasar orang yang kamu sayangi.

Apa warna kesukaannya?
Apa kutipan favoritnya?
Apa buku yang paling sering ia baca?
Apa film kesukaannya?
Apa lagu atau band favoritnya?
Dan masih banyak hal lainnya.

Jadi sudahkah kalian tahu apa hal kecil orang yang kalian sayangi? Kalau aku tau dong, hal yang paling nyokap sayangi adalah bokap. Dan karena bokap udah gak ada, bukan berarti nyokap kehilangan cintanya. Nyokap masih dan pasti akan selalu, nggak ada yang bisa gantikan lelaki itu dihatinya.

Perhatikan gambar postingan kali ini, aku ambil dari twitter (aku lupa akun siapa). Apa yang kalian lihat disana?

Itu adegan nyata, bukan dari film. Dan hanya satu yang bisa aku lihat disana.

Cinta.

Cinta anak dan orangtua.

Pernahkah kalian berpikir bahwasanya orangtua kalian nggak hidup selamanya. Kita juga nggak pernah tahu kapan ajal akan menjemput, entah itu kita atau mereka. Dan nggak ada orang yang siap dengan kehilangan atau meninggalkan orang-orang terkasihnya.

Lalu tunggu apa lagi. Jangan sia-siakan waktu. Dan jangan menyesal telah kehilangan kesempatan, karena mengungkapkan cinta dan rindu pada batu nisan, tidak akan pernah bisa sama dengan pelukan yang tertinggal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s