LOVE SICK : Kutukan Cinta

image

“Apa kamu mencintaiku?” Ia bertanya untuk kesekian kali.

Mata hitam itu menatapku langsung.

Ada banyak keraguan, rasa takut dan bermacam-macam luka dalam sorot bola matanya, yang tidak terungkap. Yang ia tanggung sendirian selama ini.

Dan untuk kesejuta kalinya, aku tidak perlu menjawabnya. Bukan karena aku tidak mau, namun lebih karena aku tak bisa. Cukuplah aku menatapnya dalam-dalam dan meraih tubuh mungil itu pada pelukan.

Ia merebahkan kepala cantik itu pada bahuku. Pasrah juga sedih. Karena tak ada apapun yang dapat ia lakukan untuk membuatku menyatakan cinta padanya. Namun tak setitik air mata pun turun, tidak, gadisku ini tidak lagi menangis.

“Apa kamu akan pergi lagi?” Bisiknya pelan padaku.

“Apa kali ini, aku masih punya kesempatan?” Tambahnya lagi.

Ia mengalungkan lengannya pada leherku dan memeluk lebih erat. Seolah dengan begitu ia dapat bergantung padaku dan aku tidak akan bisa meninggalkannya.

Sejujurnya ini menghancurkan hatiku.

Melihatnya selalu bertanya seperti itu, meragukan perasaanku serta keberadaan dirinya sendiri. Jauh lebih menyakitkan dibandingkan melihat kemarahannya, saat pertama kali aku meninggalkannya dan memilih wanita lain.

Ya, aku pernah mengkhianati gadis ini.

Bianca Le Blanc.

Gadis yatim piatu yang sangat cantik. Tetapi hidupnya sangat malang, sangat tidak beruntung karena bertemu dan terjerat oleh cintaku.

Aku bersalah padanya.

Aku bahkan tak pantas untuk kembali di sisinya. Meski seberapa keras dan sekuat apapun aku meyakinkannya, akan selalu ada tanya dihatinya. Ragu serta takut akibat pilihanku sebelumnya. Tapi apa dayaku? Aku menyadari bahwa aku benar-benar mencintainya. Dan bersedia melakukan apa saja untuk bersamanya lagi.

Maka aku mendapatkan kesempatan itu. Aku kembali padanya dan dicintai lagi olehnya. Namun ada harga yang harus dibayar.

Dia, mengambil semua kemungkinan bahwa aku bisa menyatakan ‘aku mencintai gadis ini’. Hal itu tidak akan pernah bisa dan tidak akan terjadi lagi padaku. Selama-lamanya.

Lalu disinilah aku, berada tepat disampingnya. Memeluknya erat. Memilikinya lagi. Namun tak bisa sekalipun membalas perkataan cintanya.

Dan hukuman apa yang lebih menyakitkan daripada ini?

Seorang kekasih yang tak dapat menyatakan cinta dengan seseorang yang tidak bisa yakin, dirinya dicintai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s