UNTUNG SAJA TUHAN TIDAK MINTA UANG

image

Sebagai manusia seberapa susahnya sih memberikan bangku pada orang tua, orang cacat,  perempuan hamil ataupun ibu yang membawa anak kecil? Apa beratnya memberikan uang recehan pada pengemis dilampu merah, toh kita nggak bakalan miskin gara-gara itu? Dan apa ruginya buat mengembalikan barang orang lain yang kita temukan? Yang bukan milik kita, bukan hak kita. Dan apakah enggak terlintas dibenak kita bahwa dengan menemukan barang berharga milik orang lain, sebenarnya kita sedang diuji. Ujian kejujuran. Ujian moralitas. Ujian dari Tuhan lah.

Ada sebuah peribahasa : orang kaya akan diuji dengan harta yang ia punya. Apakah ia kikir, apa ia sanggup hidup tanpa hartanya. Lalu orang miskin akan diuji apanya? Imannya.

Kemiskinan dekat dengan kekufuran. Karena kemiskinan, manusia bisa kehilangan kepercayaan, harga diri, kehormatan, keberanian, kebaikan bahkan mengingkari Tuhannya sendiri. Makanya miskin itu adalah cobaan yang paling berat bagi manusia. Dan banyak yang akhirnya kalah karena ini.

Diawal bulan puasa kemarin, sahabatku kehilangan dompetnya dipusat perbelanjaan. Isinya sejumlah uang dollar, atm dan surat penting lainnya. Dan sehari setelah itu ada seseorang menghubungi ke nomor ponselnya (private number) mengaku menemukan dompetnya tapi tidak dengan uangnya. Yang parahnya adalah ia minta sejuta untuk uang terimakasih.

Singkat cerita saat temanku ini bertemu dengannya untuk mengambil dompetnya dan menyerahkan uang jasanya, ia (si penemu) masih sempat meminta keikhlasan temanku atas uangnya. Yang menurutku enggak masuk diakal sama sekali.

Ibaratnya ada orang kena musibah dan lo bukannya nolong malah maksain minta duitnya supaya lo mau nganterin ke rumah sakit. Terus masih mengganggap diri lo pahlawan. Otak lo dimane????

Ketika pertolongan harus dibayar dengan materi, dibagian apa hal tersebut bisa disebut bantuan?   Bagiku ini lebih tampak sebagai sebuah transaksi ekonomi, jual beli. Dan kalau berbuat baik sesulit itu, aku yakin hidup orang-orang seperti ini emang kasihan banget. Karena untuk kebaikan aja mereka harus beli dan enggak bisa gratis. Padahal Tuhan aja yang super duper baik, enggak pernah minta dibayar pakai uang. Dan kalaupun iya, memangnya uang mereka cukup untuk membayar semua kebaikan-NYA?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s