Kamu apa kabar?

image

Dalam pelukan dia, harusnya tak ada kesedihan. Kalaupun ada tangis, semoga bukan karena alasan yang salah.

Kamu apa kabar?

Kadangkala terlintas tanya, mengapa aku tidak menjadi pilihan? Mengapa perasaan bisa berubah? Mengapa hanya aku sendiri yang masih mendekap sepi seolah karib?

Aku enggak tau jawabnya. Atau masih perlukah, apabila yang kubisa hanya menunggu dalam ketidakpastian.

Ketika kamu memutuskan pergi, aku begitu marah dan terluka. Lalu menyalahkan diri hingga sampai pada tahap menerima, mungkin saja aku memang bukan yang terbaik untukmu. Bahwa bahagiamu adalah dia.

Dan aku menyadari ketika kita bersama, aku percaya padamu. Aku tulus dan yang kurasakan adalah nyata, senyata ciuman-ciuman yang kita bagi disela rak buku, dibalik pintu kamar ibumu dan di hari hujan deras malam itu. Kinipun aku masih mempercayai dirimu.

Kau dan kapasitas mu dalam mencintai. Aku hanya kehilangan kesempatan itu.

Kini aku berharap kau baik-baik saja, dicintainya. Dirawat dan dijaganya. Bahagia harus lebih daripada saat-saat kita. Sehingga penyesalan ini tak boleh mempunyai arti.

(Sumber foto : @zarryhendrik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s