#31

image

Saya ndak malu ngakui sudah tua.
Pun gak pernah menutupi kalo masih belum juga dilamar laki-laki. Lah perkara memilih kan kebijakannya para lelaki, saya cuma bisa meng-iyakan kalo memang bisa diyakinkan. Nah masalahnya … ya gitu-gitu aja terus, kayak lingkaran gak berhenti sampe rnoju berhenti mbakol fitnah. Apa mungkin?

Saya wes luweh.
“Udah selow aja” kata adik saya yang remaja.
Udah sampai level ikhlas kalo di kasih kanjeng gusti alloh alhamdulilah kalo ndak ya rapopo. Ndak mesti galau dan misuh-misuh nggugat hak prerogatif tuhan. Lah kuwi sopo?

Ndak butuh penilaian orang lain untuk njalani hidup kamu. Yang tau apa yang kamu mau serta apa-apa yang kamu ingin capai dan perjuangkan, ya dirimu sendiri. Jadi mau bahagia atau menderita ya ada ditanganmu, bukan diputuskan oleh tetangga atau saudara perempuan ibumu yang bawel.

Kamu yang berhak, mau hidup kayak apa dan menjalaninya seperti gimana?

Beranilah untuk kehidupan. Gak usah takut nangis, terluka, tertawa dan bahkan merasa iri. Karena berbuat kesalahan adalah manusiawi, cuma jangan lupa belajar dari itu biar gak lebih bodoh dari keledai.

#31

2 thoughts on “#31

  1. Hai Yona, selamat ulang tahun. Senang sekali rasanya di usia yang ini kamu masih konsisten menulis, dan itu artinya kamu masih sehat wal’alfiat.

    apapun masalahmu di usia sebelumnya dan sekarang, aku percaya Tuhan selalu menaungimu dalam kecintaan-Nya. Mungkin begitu cintanya Dia terhadapmu, Ia tidak ingin kamu jatuh di pelukan yang sembarangan.

    Selamat Ulang Tahun, Yonasukmalara…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s