SURAT TERBUKA UNTUK MANTAN PACAR

image

Dear Mantan, gak usah sok playing victim. Pura-pura tertindas dan ngemis kasihan.

Udahlah. Gak ada yang perlu diomongin dan gak penting untuk ngenang-ngenang masa lalu. Semua udah selesai. Toh, kamu juga sudah menikah kan? Buat apa bangun komunikasi sama mantan kekasih yang ninggalin kamu dan gak punya respek sedikitpun padamu. Kecuali kamu mau cari prospek MLM atau asuransi (itupun, tetep aku ogah).

Move on.
Temui orang lain.
Baik-baik sama anak orang yang sudah kamu pilih jadi istri.
Gak usah coba-coba nanyain ato nyariin aku lagi.
Mau aku masih single, mau aku jungkir balik bugil di jalanan pun, itu sama sekali gak ada hubungannya sama kamu.
Dan don’t you dare call me again with sayang, karena aku bukan sayangmu dan ga akan pernah lagi.

Jalani hidup kamu, aku pun sedang menjalaninya. Plus, sudah sejak lama kamu bukan lagi dari bagiannya. So, bye-bye. Again.

Dua Sahabat dan Pelukan

image

Cinta dan luka ibarat dua sahabat yang selalu bersama, memilikinya kau harus siap dengan bagian terbaik juga terburuk tapi selama itu cukup bagimu mungkin memang pantas untuk diperjuangkan.

Karena percayalah hidup tanpa cinta itu sepi. Dan orang-orang yang memilih kesepian biasanya terpaksa lebih memilih Tuhan. Tapi hidup dengan cinta lalu masih tetap merasa sendiri sepi, sungguh jauh menyedihkan. Entah karena ianya yang tidak tahu diri atau memang ingin diludahi rame-rame para single fighter dunia persilatan atau memang sangat amat sial saja.

Jadi bila dalam peluknya kau rasa bahagia, pertahankanlah lebih lama. Selama-lamanya kalau bisa. Dan kalau dalam peluk orang lain, terasa seperti pulang, itu rumah bagi jiwamu. Lalu apabila dalam peluk-peluk itu tak jua kau temukan ketenangan, temui aku.
Mungkin kita memang bukan rusuk siapa-siapa selain bagi diri kita.

Berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi

image

Suka ngerasa lucu, kalo dituduh jomblo bertahun-tahun karena nyari yang terlalu sempurna. Well, gak semua orang beruntung untuk bisa jatuh cinta dan punya kesempatan menikah seperti yang lainnya. Sebagian hanya bisa jadi penonton, penyemangat atau malah perusak hubungan orang lain. Dan amit-amitnya, semoga aku bukanlah bagian dari itu semua.

Mungkin, ini masih kemungkinan saja. Bahwa aku terlalu mencintai diriku sendiri, hingga begitu tamak. Tidak mau berbagi dengan siapapun.

Mungkin, memang benar adanya bahwa sepi adalah nama tengah yang tak bisa dipisahkan dariku. Bahwa sendiri bukanlah kutukan yang harus kutanggung. Tapi ini adalah takdir yang kupilih sendiri. Karena mungkin saja, bukan terlalu bagus atau terlalu buruk maka tidak ada yang sebanding serta sesuai denganku. Sekali lagi ini adalah kemungkinan.

Aku adalah produk generasi kedua dari orang tua yang saling mencintai bahkan hingga maut memisahkan mereka. Kakek, nenek, ayah dan ibuku. Mereka pecinta yang setia. Jadi kalau dibilang aku tidak percaya cinta, itu salah.

I do believe it, but maybe i don’t deserve it.

Hidup kok ya gini-gini amat…

Putus asa dan sedih.

image

Bosen dibully sama lingkungan yang nganggap keadaan kita yang berbeda sebagai lelucon. Tekanan pekerjaan dan peluang PHK besar menghantui. Dan habis-habisan diperas kiri dan kanan sampai belum abis bulan, saldo direkening tinggal goban.

Pernah ngerasain yang begituan? Mungkin keliatan ‘ah cemen banget masalah lo’ atau ‘dasar kelas menengah ngehek kere banget sih lo’.
Beruntung, kalo kamu gak pernah ngerasain hal-hal diatas sampai putus asa sekali dan gak tau lagi artinya eksistensi lo di dunia ini untuk apa. Selain figuran dan pelengkap penderitaan (yang percayalah, jutaan orang lainnya juga alami).

Terus solusinya apa?
Berkubang terus dalam pikiran negatif, mengasihani diri sendiri gak abis-abis, merutuki Tuhan kok ya ndak adil. Ngasih kecantikan, kepintaran, ketajiran dan nama baik plus keluarga bahagia kok cuma buat Dian Sastro. Oh plis, yang datang malah aura surem dan muka murem menghantui. Kalo gini mah setan malah makin mudah untuk ngajakin bunuh diri.

Coba deh tarik napas pelan-pelan dan pikirkan satu hal yang pantes untuk disyukuri. Apa aja bahkan hal teremeh sekalipun. Misalnya : aku bersyukur atas nasi hangat sore tadi. Atau aku bersyukur atas air putih dingin yang tersedia di kulkas.

Lalu setelah menemukan satu alasan, coba lengkapkan menjadi 5. Seperti : aku bersyukur udara di kamarku enggak panas meski gak ada kipas angin ataupun AC. Aku selalu bersyukur bisa tidur nyeyak tanpa gangguan nyamuk. Aku bersyukur kemarin masih bisa donor darah lagi. Aku bersyukur masih bisa bersyukur atas hari ini.

Temukan, apa saja hal-hal yang kecil tapi pantes untuk kita syukuri. Semakin banyak maka semakin menjauhkan kesedihan, aura negatif dan keinginan untuk berputus asa. Maka selesailah hari ini tanpa harus terpikirkan melakukan hal bodoh, bunuh diri. Besoknya lakukan lagi dan lagi untuk alasan lain yang bisa kita syukuri. Saya sih haqul yakin masalah kamu gak ilang tapi paling enggak, kamu tau caranya menghargai apapun itu hal yang ada dan datang dalam hidupmu. Dan kali aja Tuhan akhirnya kasian serta memberimu kebahagiaan yang jauh berlimpah daripada yang dirasain oleh suaminya Nia Ramadhani atau istrinya Rafi Ahmad (bukan Ahmad Dhani loh ya…..).