Hidup kok ya gini-gini amat…

Putus asa dan sedih.

image

Bosen dibully sama lingkungan yang nganggap keadaan kita yang berbeda sebagai lelucon. Tekanan pekerjaan dan peluang PHK besar menghantui. Dan habis-habisan diperas kiri dan kanan sampai belum abis bulan, saldo direkening tinggal goban.

Pernah ngerasain yang begituan? Mungkin keliatan ‘ah cemen banget masalah lo’ atau ‘dasar kelas menengah ngehek kere banget sih lo’.
Beruntung, kalo kamu gak pernah ngerasain hal-hal diatas sampai putus asa sekali dan gak tau lagi artinya eksistensi lo di dunia ini untuk apa. Selain figuran dan pelengkap penderitaan (yang percayalah, jutaan orang lainnya juga alami).

Terus solusinya apa?
Berkubang terus dalam pikiran negatif, mengasihani diri sendiri gak abis-abis, merutuki Tuhan kok ya ndak adil. Ngasih kecantikan, kepintaran, ketajiran dan nama baik plus keluarga bahagia kok cuma buat Dian Sastro. Oh plis, yang datang malah aura surem dan muka murem menghantui. Kalo gini mah setan malah makin mudah untuk ngajakin bunuh diri.

Coba deh tarik napas pelan-pelan dan pikirkan satu hal yang pantes untuk disyukuri. Apa aja bahkan hal teremeh sekalipun. Misalnya : aku bersyukur atas nasi hangat sore tadi. Atau aku bersyukur atas air putih dingin yang tersedia di kulkas.

Lalu setelah menemukan satu alasan, coba lengkapkan menjadi 5. Seperti : aku bersyukur udara di kamarku enggak panas meski gak ada kipas angin ataupun AC. Aku selalu bersyukur bisa tidur nyeyak tanpa gangguan nyamuk. Aku bersyukur kemarin masih bisa donor darah lagi. Aku bersyukur masih bisa bersyukur atas hari ini.

Temukan, apa saja hal-hal yang kecil tapi pantes untuk kita syukuri. Semakin banyak maka semakin menjauhkan kesedihan, aura negatif dan keinginan untuk berputus asa. Maka selesailah hari ini tanpa harus terpikirkan melakukan hal bodoh, bunuh diri. Besoknya lakukan lagi dan lagi untuk alasan lain yang bisa kita syukuri. Saya sih haqul yakin masalah kamu gak ilang tapi paling enggak, kamu tau caranya menghargai apapun itu hal yang ada dan datang dalam hidupmu. Dan kali aja Tuhan akhirnya kasian serta memberimu kebahagiaan yang jauh berlimpah daripada yang dirasain oleh suaminya Nia Ramadhani atau istrinya Rafi Ahmad (bukan Ahmad Dhani loh ya…..).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s