Email : Indonesia Dalam Seminggu Ini

image

Halo Tante,

Apa kabar? Kemarin sore diperjalanan pulang kerja saya teringat dengan Tante. Semoga Tante dan keluarga selalu sehat ya. Begitu juga saya di Indonesia.

Oh ya, saya mau menceritakan bahwa kami baru saja terkena demam AADC2. Hehehe. Tante tentu ingat sekitar tahun akhir tahun 80an sampai awal 2000, perfilman Indonesia stagnan. Enggak ada film lokal di layar bioskop apalagi yang bagus sampai muncullah sineas muda, Mira Lesmana dan Riri Riza mempersembahkan film Petualangan Sherina yang disambut gembira (serta blockbuster). Kemudian duo sekawan ini menyajikan film remaja yang sangat ikonik, Ada Apa Dengan Cinta? Rangga dan Cinta, pasangan yang akhirnya menginfluence remaja pada masanya untuk tau lebih siapa itu Chairil Anwar. Karena saya yakin saat itu puisi bukanlah hal yang paling keren bagi anak muda.

Saya pribadi sih, sudah dicekoki Papa buku Chairil sejak bisa membaca. Seingat saya ada 2 buku di rumah, Aku Ini Binatang Jalang dan kumpulan suratnya dengan HB. Jasin. Dan sampai sekarang masih hafal mati puisi pertama sang pujangga ini.

Dan film AADC2 ini, sungguh membuat saya tersenyum.
1. Tokoh dengan karakter yang sudah jadi legenda (hingga kini).
Rangga masih dengan wajah dingin dan tatapan menghanyutkan, tak begitu sinis namun tetap dalam pikirannya. Cinta tetaplah cinta, yang menjadi motor penggerak buat teman-temannya. Yang rapuh namun berani untuk memutuskan hal apa yang paling ia inginkan.
2. Jogja sebagai lokasi film yang sempurna. Saya rasa kota ini punya ikatan kuat pada kedua tokoh yang sama-sama pecinta seni. Memangnya ada kota lain di Indonesia yang bisa mengalahkan jogja sebagai daerah paling berbudaya dan gudangnya seni? Saya rasa belum ada. Walau banyak juga yang mengkritik AADC2 sekelas FTV (film televisi) di SCTV atau RCTI, gara-gara jogja juga sering dijadikan lokasi film-film televisi ini. Tapi saya justru merasa jahat kalau mereka bandingkan seperti itu. Ini Dian Sastro loh, bidadari Indonesia yang menjadi pujaan para pria dan menjadi objek kekaguman teladan hingga kecemburuan wanita Indonesia. The most has never been wrong Disas, kalo dia salah kembali kepasal satu. Hehehe…enggaklah. mungkin cuma soal selera aja dan ekspektasi berbeda yang diharapkan yang pada kritik film ini.
3. Aan Mansyur.
Sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu saya menemukan akun @hurufkecil miliknya. Akun twitter yang kicauannya membuat saya ingin jatuh dalam pelukan pria yang mahir mengurai kata sepertinya. Dan ketika membaca berita bahwa puisi-puisi Rangga akan ditulis oleh Aan Mansyur, tidak ada yang lebih baik dari ini. Semangat sekali ingin membeli buku puisi Tidak Ada Newyork Hari Ini.

Ok. Cukup dengan cerita filmnya. Ada juga berita sedih Tan. Seorang gadis muda di Bengkulu tewas akibat dirudapaksa oleh belasan laki-laki yang juga masih di bawah umur. Lalu ada kejadian sama di daerah lain sikorban selamat hanya saja tidak dengan kejiwaannya. Ia linglung hingga tak bisa mengenali ibunya sendiri. Sedih sekali.

Saya punya satu adik perempuan dan hati saya cemas karenanya. Bagaimana dengan para ibu ya? Pasti jauh lebih khawatir setelah peristiwa ini.

Maaf ya Tan, email saya kok malah bikin depresi. Semoga Tante tidak kapok membacanya.

Salam Hangat.

Yona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s