Pesan bapakku

Menikahlah nak, kata bapakku, supaya kau tau jaraknya sejengkal dari surga dan neraka didunia.

Menikahlah nak, pesan bapakku, agar kau mengerti bahagia dan derita letaknya bersebelahan selalu.

Bapakku tidak tau tanpa menikah pun aku sudah berada dalam neraka, 

dan surga? surga seperti apa yang pantas diperjuangkan aku belum temukan.

Bapak tidak sempat melihatku memilih untuk berbahagia atau bersedih namun itu justru bagus. Karena beliau tak perlu mencemaskan apa-apa lagi. 

Jadi jalani saja. Jalani hidupmu yon.

Advertisements

Dunia belum berakhir

Waktu SD saya pernah didiamkan anak sekelas, pas SMP pernah dimusuhi segerombolan kakak kelas dan pas kuliah juga sempat disirikin beberapa teman perempuan. Singkatnya, saya sudah ngalamin apa yang jaman sekarang disebut bullying. Bahkan saat saya dewasa dan bekerja pun, hal-hal seperti ini masih tetap ada kok.

Ada saja orang-orang yang tidak menyukaimu, enggak bisa dihindari kamu tetap harus berhadapan dengan mereka dan tetap melanjutkan hidup. Lalu?

Intinya adalah dalam hidup seringkali kita menemukan hal- hal yang tidak kita inginkan namun terpaksa kita alami. Karena hidup ya memang seperti itu, kamu gak akan mendapatkan apa yang kamu inginkan alih-alih malah apa yang kamu butuhkan [katanya].

Bagi saya sesederhana ini kalau kamu butuh menyakiti orang lain untuk membuatmu berbahagia maka yang sangat butuh pertolongan itu bukan orang lain tapi kamu. Karena sejujurnya kamulah yang paling menyedihkan dibandingkan orang yang jadi korbanmu.