AQUARIUS SEJAK DALAM PIKIRAN

Mumpung masih february, kita ramein #aquarius yuk.
Aquarius nggak gampang tersinggung anaknya bahkan cenderung kurang sensitif tapi kalau lagi nggak mood, lo ngelirik dengan cara yang ia gak suka, kelar idup lo. 
Aquarius mungkin gampang berbaur seperti air, dimana ditempatkan semudah itu ia mengikuti wadah tempat ia diletakkan. 
Aquarius mungkin bukan pecinta yang mengebu-gebu namun soal siapa yang bertahan sampai akhir, ia boleh diadu.
Aquarius selalu terbuka dengan berbagai pilihan dan kesempatan tetapi sekalinya hatinya sudah tertangkap, dimana dan dengan siapapun dia, hatinya akan selalu membawanya pulang.
Aquarius memang tidak terlihat seperti seseorang yang serius tetapi saat sudah menentukan pilihan, kalian akan kaget dengan keteguhannya.
Aquarius tidak benci kekalahan sehingga dianggap kurang ambisius padahal ia hanya sudah merasa cukup dengan apa-apa yang ia miliki sehingga tak merasa kurang satu apapun.
Aquarius bisa menyulap kesederhanaan menjadi sesuatu yang tampak elegan tanpa perlu hal mewah.
Aquarius adalah pekerja keras yang tau kapan menikmati hidup.
Aquarius kadang suka lupa bahwa orang lain mungkin tidak mengerti jalan pikirannya dan ia tidak ambil pusing dengan hal itu.
Aquarius perlu diajarkan bahwa kadang-kadang kompromi artinya adalah bukan mengalah karena mempertahankan apa yang dipercayai juga merupakan kompromi bagi orang lain.
Aquarius tidak bisa memilih antara cinta dan pertemanan, karena keduanya adalah hal mutlak yang ia junjung.
Aquarius bisa berteman sampai bertahun-tahun panjang dan masih bisa berteman dengan para mantan dengan baiknya.
Aquarius lebih suka terluka akibat kejujuran dibandingkan bahagia namun ternyata dibohongi.

#TeamAquarius

Advertisements

Surat untuk Tante Moken, Indonesia 04 November 2016

images.jpeg
Dear Tante,

Apa kabar? Semoga Tante, Om dan keluarga dalam keadaan sehat.
saya jarang nulis sekarang Tan, sibuk kerja sampai gak punya waktu buat mikir (alasan saja, dasarnya emang pemalas). Hehehe bisa ngeles.
Kemarin, 04 Nov 2016 adalah hari berat Tan. bukan buat orang-orang di Jakarta, bukan hanya kaum minoritas tetapi yang berasal dari mayoritas seperti saya pun merasakan sesak ini. kegelisahan melihat betapa rapuhnya kemanusiaan di tunggangi oleh hal-hal yang katanya ‘MEMBELA AGAMA”.
Saya jadi bertanya mengapa kaum saya begitu merasa tidak aman/insecure? padahal mereka mayoritas? orang-orang mereka yang menguasai seluruh sendi-sendi kehidupan di Indonesia ini, kok mereka segitu takutnya? ini umat ini kaum apa sih, apa-apa kok takut lalu bagaimana kaum minoritas, suku-suku, penganut agama lain? apa dan bagaimana yang telah mereka hadapi dan rasakan selama ini, saya yakin jauh lebih tidak nyaman dari yang kaum mayoritas rasakan saat ini.
Poor people. saya gak bisa marah dengan mereka Tan.
bukan agama yang salah, bukan islam atau kristen atau budha.
mereka hanya gak pinter sedikit.
gak pinter karena segitu sensitifnya.
gak pinter karena mudah saja diprovokasi oleh hal yang belum tentu benar.
gak pinter karena malah ngecilin kekuatannya Tuhan
gak pinter karena gak bisa melihat gambaran yang jauh lebih luas.
ini bukan masalah agama Tan.
ini masalahnya karena Ahok cina dan dia non muslim.
ini masalahnya mau goyang jakarta, mau bikin rusuh kayak tahun 1998, mau GULINGKAN JOKOWI.
tapi orang-orang gak liat ini.
kenapa?
karena dibungkus masalah agama, agama paling besar dijagad ini, ISLAM.
Aku malu Tan, marah dan terutama sedih.
Aku minta maaf atas nama kaumku.

Ketika singgah lagi

Mengenangmu tidak lagi menyakitkan.

Ternyata perlu waktu yang lama untuk berdamai dengan ingatan-ingatan yang tersisa, memudarkan luka yang pernah memeluk begitu dalam. Tapi hidup tetap berlanjut meski dalam keadaan tidak siap, hidup tetap menjadi pilihan yang tak terbantahkan. 

Semoga kelak jika kau memutuskan untuk singgah lagi padaku, tolong jangan bawa-bawa kebodohan dan salah yang sama.

izinkanlah aku patah sekali lagi

Mungkin hati-hati yang berserakan di kakimu adalah saksi bahwa kau tak bisa mencintai siapa-siapa atau bisa saja artinya, kau hanya mencintai dirimu sendiri hingga tidak ingin berbagi dengan tak seorangpun. Dan aku adalah seseorang yang kau patahkan berkali-kali hingga aku lupa ini darah atau nanah, yang mengalir bersama air mata. Tapi tolong, izinkanlah aku untuk patah lalu remuk redam di kakimu sekali lagi. Karena kalau kau yang tak bisa mencinta maka aku adalah orang yang masih belum tau bagaimana cara memeluk kegagalan ini.

Selalu

Bersenang-senanglah selagi masih sempat karena kita tidak akan tau kapan kesedihan akan datang atau bagaimana cara menghindarinya. Sementara satu-satunya yang pasti hanyalah waktu yang sayangnya tak kita miliki dengan banyak, karena tiap detik adalah berharga. Genggam erat ia yang saat ini disisimu, peluklah apa-apa yang kau cintai seolah kesempatan terakhirmu. Dan bisikkanlah cinta dan kerinduan pada mereka yang bersetia padamu, selalu.

Rumitnya niat dan usaha 

Dulu kupikir, jatuh cinta adalah perkara mudah. Kau cukup menemukan seseorang yang menarik perhatianmu dan fokus padanya, voila… tau-tau ia sudah dalam hatimu saja.

Tapi itu enggak benar.

Jatuh cinta adalah perkara rumit, dikatakan oleh seseorang yang sudah jomblo selama 6 tahun. Yang kalau diibaratkan usia seorang anak, kira-kira dari bayi sampai masuk sekolah dasar. Buset… ternyata udah selama itu sendirian, sementara sikawan udah beranak bahkan anaknya sudah mulai besar.

Dan kau masih saja sendiri, belum mencoba lagi meski waktu sudah jauh melaluimu.

Move-on, yon. Bukan cuma niat tapi usahain juga.

Harusnya

Saat pertamaku melihatmu, aku tidak pernah berpikir bahwa kau akan jadi segalaku, bahagia dan juga malam-malam sendiriku yang pedih. Kamu duniaku, semesta yang menaungi.

Aku nggak tau apa yang selanjutnya terjadi, aku kehilanganmu. Entah kau yang memilih pergi atau akulah yang mendorongmu hingga menjauh. Kau tinggalkan aku.

Aku bertanya-tanya, dimana salahku? Apa ada hal yang kulakukan tanpa kusadari membuatmu marah hingga membenciku? Atau bisakah perasaan raib begitu saja, kau sudah tak menginginkan kita lagi?

Lama aku terpaku, menyesali, mencari-cari kemungkinan yang tak akan pernah ada. Kamu melaju. Hidupmu baik-baik saja bahkan sudah menemukan orang lain dengan mudahnya.

Aku cemburu. 

Gampang saja bagimu, menggantikanku sementara aku masih berpijak pada masa itu.

Aku menyesal. Bukan karena kita berakhir begini tapi lebih pada banyak hal yang belum kulakukan, kukatakan serta tunjukkan untukmu. Aku belum sungguh-sungguh dalam segala hal. Harusnya kukatakan betapa kau, tanpamu aku. 

Lalu bagaimana kini aku, bisakah aku?

Footnote : inspire by Maudy Ayunda, Davichi, Katy Perry.