Rumitnya niat dan usaha 

Dulu kupikir, jatuh cinta adalah perkara mudah. Kau cukup menemukan seseorang yang menarik perhatianmu dan fokus padanya, voila… tau-tau ia sudah dalam hatimu saja.

Tapi itu enggak benar.

Jatuh cinta adalah perkara rumit, dikatakan oleh seseorang yang sudah jomblo selama 6 tahun. Yang kalau diibaratkan usia seorang anak, kira-kira dari bayi sampai masuk sekolah dasar. Buset… ternyata udah selama itu sendirian, sementara sikawan udah beranak bahkan anaknya sudah mulai besar.

Dan kau masih saja sendiri, belum mencoba lagi meski waktu sudah jauh melaluimu.

Move-on, yon. Bukan cuma niat tapi usahain juga.

Harusnya

Saat pertamaku melihatmu, aku tidak pernah berpikir bahwa kau akan jadi segalaku, bahagia dan juga malam-malam sendiriku yang pedih. Kamu duniaku, semesta yang menaungi.

Aku nggak tau apa yang selanjutnya terjadi, aku kehilanganmu. Entah kau yang memilih pergi atau akulah yang mendorongmu hingga menjauh. Kau tinggalkan aku.

Aku bertanya-tanya, dimana salahku? Apa ada hal yang kulakukan tanpa kusadari membuatmu marah hingga membenciku? Atau bisakah perasaan raib begitu saja, kau sudah tak menginginkan kita lagi?

Lama aku terpaku, menyesali, mencari-cari kemungkinan yang tak akan pernah ada. Kamu melaju. Hidupmu baik-baik saja bahkan sudah menemukan orang lain dengan mudahnya.

Aku cemburu. 

Gampang saja bagimu, menggantikanku sementara aku masih berpijak pada masa itu.

Aku menyesal. Bukan karena kita berakhir begini tapi lebih pada banyak hal yang belum kulakukan, kukatakan serta tunjukkan untukmu. Aku belum sungguh-sungguh dalam segala hal. Harusnya kukatakan betapa kau, tanpamu aku. 

Lalu bagaimana kini aku, bisakah aku?

Footnote : inspire by Maudy Ayunda, Davichi, Katy Perry.

SURAT TERBUKA UNTUK MANTAN PACAR

image

Dear Mantan, gak usah sok playing victim. Pura-pura tertindas dan ngemis kasihan.

Udahlah. Gak ada yang perlu diomongin dan gak penting untuk ngenang-ngenang masa lalu. Semua udah selesai. Toh, kamu juga sudah menikah kan? Buat apa bangun komunikasi sama mantan kekasih yang ninggalin kamu dan gak punya respek sedikitpun padamu. Kecuali kamu mau cari prospek MLM atau asuransi (itupun, tetep aku ogah).

Move on.
Temui orang lain.
Baik-baik sama anak orang yang sudah kamu pilih jadi istri.
Gak usah coba-coba nanyain ato nyariin aku lagi.
Mau aku masih single, mau aku jungkir balik bugil di jalanan pun, itu sama sekali gak ada hubungannya sama kamu.
Dan don’t you dare call me again with sayang, karena aku bukan sayangmu dan ga akan pernah lagi.

Jalani hidup kamu, aku pun sedang menjalaninya. Plus, sudah sejak lama kamu bukan lagi dari bagiannya. So, bye-bye. Again.

Berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi

image

Suka ngerasa lucu, kalo dituduh jomblo bertahun-tahun karena nyari yang terlalu sempurna. Well, gak semua orang beruntung untuk bisa jatuh cinta dan punya kesempatan menikah seperti yang lainnya. Sebagian hanya bisa jadi penonton, penyemangat atau malah perusak hubungan orang lain. Dan amit-amitnya, semoga aku bukanlah bagian dari itu semua.

Mungkin, ini masih kemungkinan saja. Bahwa aku terlalu mencintai diriku sendiri, hingga begitu tamak. Tidak mau berbagi dengan siapapun.

Mungkin, memang benar adanya bahwa sepi adalah nama tengah yang tak bisa dipisahkan dariku. Bahwa sendiri bukanlah kutukan yang harus kutanggung. Tapi ini adalah takdir yang kupilih sendiri. Karena mungkin saja, bukan terlalu bagus atau terlalu buruk maka tidak ada yang sebanding serta sesuai denganku. Sekali lagi ini adalah kemungkinan.

Aku adalah produk generasi kedua dari orang tua yang saling mencintai bahkan hingga maut memisahkan mereka. Kakek, nenek, ayah dan ibuku. Mereka pecinta yang setia. Jadi kalau dibilang aku tidak percaya cinta, itu salah.

I do believe it, but maybe i don’t deserve it.

Hidup kok ya gini-gini amat…

Putus asa dan sedih.

image

Bosen dibully sama lingkungan yang nganggap keadaan kita yang berbeda sebagai lelucon. Tekanan pekerjaan dan peluang PHK besar menghantui. Dan habis-habisan diperas kiri dan kanan sampai belum abis bulan, saldo direkening tinggal goban.

Pernah ngerasain yang begituan? Mungkin keliatan ‘ah cemen banget masalah lo’ atau ‘dasar kelas menengah ngehek kere banget sih lo’.
Beruntung, kalo kamu gak pernah ngerasain hal-hal diatas sampai putus asa sekali dan gak tau lagi artinya eksistensi lo di dunia ini untuk apa. Selain figuran dan pelengkap penderitaan (yang percayalah, jutaan orang lainnya juga alami).

Terus solusinya apa?
Berkubang terus dalam pikiran negatif, mengasihani diri sendiri gak abis-abis, merutuki Tuhan kok ya ndak adil. Ngasih kecantikan, kepintaran, ketajiran dan nama baik plus keluarga bahagia kok cuma buat Dian Sastro. Oh plis, yang datang malah aura surem dan muka murem menghantui. Kalo gini mah setan malah makin mudah untuk ngajakin bunuh diri.

Coba deh tarik napas pelan-pelan dan pikirkan satu hal yang pantes untuk disyukuri. Apa aja bahkan hal teremeh sekalipun. Misalnya : aku bersyukur atas nasi hangat sore tadi. Atau aku bersyukur atas air putih dingin yang tersedia di kulkas.

Lalu setelah menemukan satu alasan, coba lengkapkan menjadi 5. Seperti : aku bersyukur udara di kamarku enggak panas meski gak ada kipas angin ataupun AC. Aku selalu bersyukur bisa tidur nyeyak tanpa gangguan nyamuk. Aku bersyukur kemarin masih bisa donor darah lagi. Aku bersyukur masih bisa bersyukur atas hari ini.

Temukan, apa saja hal-hal yang kecil tapi pantes untuk kita syukuri. Semakin banyak maka semakin menjauhkan kesedihan, aura negatif dan keinginan untuk berputus asa. Maka selesailah hari ini tanpa harus terpikirkan melakukan hal bodoh, bunuh diri. Besoknya lakukan lagi dan lagi untuk alasan lain yang bisa kita syukuri. Saya sih haqul yakin masalah kamu gak ilang tapi paling enggak, kamu tau caranya menghargai apapun itu hal yang ada dan datang dalam hidupmu. Dan kali aja Tuhan akhirnya kasian serta memberimu kebahagiaan yang jauh berlimpah daripada yang dirasain oleh suaminya Nia Ramadhani atau istrinya Rafi Ahmad (bukan Ahmad Dhani loh ya…..).

#31

image

Saya ndak malu ngakui sudah tua.
Pun gak pernah menutupi kalo masih belum juga dilamar laki-laki. Lah perkara memilih kan kebijakannya para lelaki, saya cuma bisa meng-iyakan kalo memang bisa diyakinkan. Nah masalahnya … ya gitu-gitu aja terus, kayak lingkaran gak berhenti sampe rnoju berhenti mbakol fitnah. Apa mungkin?

Saya wes luweh.
“Udah selow aja” kata adik saya yang remaja.
Udah sampai level ikhlas kalo di kasih kanjeng gusti alloh alhamdulilah kalo ndak ya rapopo. Ndak mesti galau dan misuh-misuh nggugat hak prerogatif tuhan. Lah kuwi sopo?

Ndak butuh penilaian orang lain untuk njalani hidup kamu. Yang tau apa yang kamu mau serta apa-apa yang kamu ingin capai dan perjuangkan, ya dirimu sendiri. Jadi mau bahagia atau menderita ya ada ditanganmu, bukan diputuskan oleh tetangga atau saudara perempuan ibumu yang bawel.

Kamu yang berhak, mau hidup kayak apa dan menjalaninya seperti gimana?

Beranilah untuk kehidupan. Gak usah takut nangis, terluka, tertawa dan bahkan merasa iri. Karena berbuat kesalahan adalah manusiawi, cuma jangan lupa belajar dari itu biar gak lebih bodoh dari keledai.

#31

aku mencintaimu sepenuh nafsu, menginginkanmu untuk kumiliki sampai mati

image

Aku tau ini jahat. Dan tidak bangga akan hal ini.

Melihat kedukaanmu sebagai celah bagiku untuk masuk dalam hidupmu lagi.

Rendah sekali, bukan?

Tapi… mau bagaimana?

Aku tidak bisa melihat jalan lainnya. Setelah sekian lama, setelah begitu banyak hal yang terjadi dalam masing-masing kehidupan kita, maaf… kalau aku masih menyimpan asa tentang kau, tentang kita.

Api ini belum padam, sayangku. Begitu juga dengan rindu yang meresap dalam tiap-tiap kuncup doa yang kulayangkan ke langit.

Cukuplah, aku hanya bisa menjadi penonton dalam lakon hidupmu bertahun ini. Berpura-pura menjadi orang bijak yang kau percayai ucapannya.

Dan ketika dia lengah akan dirimu, maka jangan menangis bila kurampas engkau dengan tidak tiba-tiba. Karnaku sudah mengawasi sejak lama, menunggu-tunggu dengan degup meletup didada.

Kini aku sudah sampai pada tepian yang kuyakini pasti, bahwa berlaku diam tidak akan pernah bisa memuaskan hasrat terdalamku, yaitu kamu. Milikku.

Menjadi milikku. Lagi. Sampai salah satu diantara kita mati. Bila itu terjadi padaku lebih dahulu, aku bersyukur tidak pernah kehilanganmu. Dan bila kau yang lebih cepat maka kau beruntung karena aku sudah teruji bersabar mencari cara agar bisa disisimu sekali lagi.