Harusnya

Saat pertamaku melihatmu, aku tidak pernah berpikir bahwa kau akan jadi segalaku, bahagia dan juga malam-malam sendiriku yang pedih. Kamu duniaku, semesta yang menaungi.

Aku nggak tau apa yang selanjutnya terjadi, aku kehilanganmu. Entah kau yang memilih pergi atau akulah yang mendorongmu hingga menjauh. Kau tinggalkan aku.

Aku bertanya-tanya, dimana salahku? Apa ada hal yang kulakukan tanpa kusadari membuatmu marah hingga membenciku? Atau bisakah perasaan raib begitu saja, kau sudah tak menginginkan kita lagi?

Lama aku terpaku, menyesali, mencari-cari kemungkinan yang tak akan pernah ada. Kamu melaju. Hidupmu baik-baik saja bahkan sudah menemukan orang lain dengan mudahnya.

Aku cemburu. 

Gampang saja bagimu, menggantikanku sementara aku masih berpijak pada masa itu.

Aku menyesal. Bukan karena kita berakhir begini tapi lebih pada banyak hal yang belum kulakukan, kukatakan serta tunjukkan untukmu. Aku belum sungguh-sungguh dalam segala hal. Harusnya kukatakan betapa kau, tanpamu aku. 

Lalu bagaimana kini aku, bisakah aku?

Footnote : inspire by Maudy Ayunda, Davichi, Katy Perry.

Advertisements

Kau Tidak Berhak Menanyakan Kabarku Lagi

image

Jangan muncul.
Jangan datang padaku.
Jangan mencariku.
Jangan mencoba bicara meskipun hanya menyapa.
Kau tidak berhak menanyakan kabarku, sudah lama kehilangan alasan untuk itu.
Sungguh, ini bukanlah kemarahanku, bukan pula cara membalasmu.
Hanya upaya egoisku, menyelamatkan apa yang tersisa dari apa-apa yang masih ada setelah pernah luluh lantak olehmu.

Jadi, pergilah. Menghilang saja seolah kau tak pernah ada. Sehingga tak perlu ada perpisahan yang semestinya. Tak usah.

(Inspirasi : Tahu Diri – Maudy Ayunda)

Minggir kamu, ini waktunya bersinar

image

Dancing. Jump. Have fun with fave song. I do.

Baru aja nulis gitu di sticky note dan ditempel di tembok. Apa kejadian?

Sesuai janjiku pada diri sendiri, aku ingin lebih berbahagia. Dan bahagia bagiku bisa semudah tersenyum pada diri sendiri. Menyanyi dengan suara kencang meski buta nada. Atau menari dengan gerakan payah yang bersemangat, diiringi lagu kesukaan. Seperti aku.

Wogh, jangan dikira penampilanku bakal kayak Cameron Diaz di film Charlie Angels. Kamu terlalu berharap lebih kalo membayangkannya begitu. Sejujurnya, nenek aku mungkin bisa lebih baik daripadaku. Wkwkwk.

Intinya aku berkeringat, happy dan merasa hidup. Dan kurasa ini bagus.

So, aku akan melakukannya sesering mungkin. Kenapa enggak?

Be happy guys.

Tidak Sama Dengan Pelukan Tertinggal

image

“Kak, itu si penyanyi yang suka bilang ‘auuuuuuu…..’ ” nyokap melolong, menirukan suara jeritan srigala, “konser di Jakarta ya. ” kata nyokap saat kemarin malam menghubungiku via telfon.

Aku nyengir.

Maksud nyokap adalah seorang penyanyi yang aku sukai karyanya. Dan memang ciri khasnya adalah suara lolongan tersebut selalu ada dibeberapa lagu solo maupun grupnya. Tapi sebenarnya yang datang ke Indonesia baru-baru ini bukan si penyanyi tersebut. Melainkan sahabat sekaligus rekan segrupnya.

Nyokap bilang saat nonton Tv ada berita tentang konser itu dan dia pikir ini orang yang suka aku dengarkan musiknya.

Beliau sih nggak sepenuhnya salah. Tapi yang buat aku terkejut adalah nyokap tau detil nggak penting tentang musik yang sering aku dengar. Itu artinya beliau perhatian kan?

Yah, cinta itu bukan melulu tentang siapa yang paling banyak memberi, siapa yang paling berkorban. Cinta juga merupakan perhatian-perhatian kecil tentang hal mendasar orang yang kamu sayangi.

Apa warna kesukaannya?
Apa kutipan favoritnya?
Apa buku yang paling sering ia baca?
Apa film kesukaannya?
Apa lagu atau band favoritnya?
Dan masih banyak hal lainnya.

Jadi sudahkah kalian tahu apa hal kecil orang yang kalian sayangi? Kalau aku tau dong, hal yang paling nyokap sayangi adalah bokap. Dan karena bokap udah gak ada, bukan berarti nyokap kehilangan cintanya. Nyokap masih dan pasti akan selalu, nggak ada yang bisa gantikan lelaki itu dihatinya.

Perhatikan gambar postingan kali ini, aku ambil dari twitter (aku lupa akun siapa). Apa yang kalian lihat disana?

Itu adegan nyata, bukan dari film. Dan hanya satu yang bisa aku lihat disana.

Cinta.

Cinta anak dan orangtua.

Pernahkah kalian berpikir bahwasanya orangtua kalian nggak hidup selamanya. Kita juga nggak pernah tahu kapan ajal akan menjemput, entah itu kita atau mereka. Dan nggak ada orang yang siap dengan kehilangan atau meninggalkan orang-orang terkasihnya.

Lalu tunggu apa lagi. Jangan sia-siakan waktu. Dan jangan menyesal telah kehilangan kesempatan, karena mengungkapkan cinta dan rindu pada batu nisan, tidak akan pernah bisa sama dengan pelukan yang tertinggal.

14 Februari, My XXX day

image

Kemarin, tanggal 14 February adalah hari yang menyenangkan.

Kerja setengah hari, makan siang di Piayu Seafood bareng teman sekantor dan ditraktir bos. Kemudian pergi nonton film Kingsman, ngakak ngeliat kelakuan Samuel L Jackson kocak. Jadi penjahat megalomaniac cadel yang semaput liat darah. Beda banget dengan karakternya sebagai Captain Furry.

Sorenya pulang ke rumah kan capek. Abis mandi dan pas ngumpul ma anak-anak, eh taunya mereka bawain beginian buatku.

image

“HAPPY BIRTHDAY SUKMA* (temanku sengaja pakai nama tengah yang kubenci) ”

Terharu. Senang. Dan aku cuma bisa nyengir-nyengir bahagia. Tapi kesenangan belum berhenti disini, kita pergi karaoke-an.

Sebagai lagu pembuka kupilih Anggun C Sasmi dan Avril Levigne, sekali Rock tetap Rock sampai mati. Tadinya mau nyanyi lagu Queen tapi takut temen-temen nggak ngeh. Wkwkwk. Lain kali deh.

Happy. Pastilah. Siapa yang nggak senang diperhatikan oleh orang-orang terdekatnya. Dan siapa sih yang menolak kebahagian baik kecil ataupun sesederhana apapun itu.

Aku orang yang seperti itu. Dan cukup bersyukur dengan apapun rezeki yang diberi Tuhan.

Yup. Aku sudah XXX tahun. Kurang seksi apa coba, sampe angka romawi itu dijadikan simbol pornografi. Wkwkwk.

Aku sampai saat ini masih gamang. Nggak punya tujuan ambisius seperti punya uang sejuta dollar, menguasai dunia atau menikahi pewaris kerajaan Inggris. Bagiku rocker atau model asal Ireland lebih menggoda saat ini. Halah, salah fokus.

Well, aku cuma ingin lebih bahagia. Kelihatan sederhana? Sebenarnya jauh lebih kompleks sih. Tahun lalu make a wish-ku cuma “aku ingin bahagia. ” sekarang pake kata ‘lebih’. Hahaha.

Kompleksnya gimana? Gini kira-kira, aku nggak mungkin bisa bahagia kalau keluarga, sahabat dan orang-orang yang kusayang nggak bahagia kan. Bagaimana bisa aku bahagia, bersenang-senang sedangkan adik dan ibuku atau orang lain yang kuperdulikan sedang sakit, kekurangan, tidak punya sesuatu untuk mengisi perutnya. Atau hal lainnya.

Aku memang sering bilang nggak mau menggantungkan kebahagian pada sesuatu atau pada seseorang. Tapi sebagai sulung dengan entah bakat atau kutukan label tulang punggung keluarga, aku nggak bisa nutupi mata dan berpura-pura nggak peduli.

Kalau keluargaku bahagia baru aku bisa ikut berbahagia.

Sulit. Berat dan jelas nggak mudah. Tapi toh aku bisa menjalaninya bertahun hingga kini.

Jadi pertanyaannya adalah adakah yang mau dibagikan beban ini? Mau hidup bersamaku dengan segala term and conditions?

Seorang gadis boleh bermimpi kan. 😛

I’m Not Ok

Dengan siapa kujalani malam-malam yang paling gelap dan jahat?
Bersama siapa kulalui mimpi-mimpi terkutuk yang mencakar hati?
Lalu siapakah yang akan berbaik hati menepuk bahu, menyadarkanku ketika kupikir tak akan ada cara selain hidup?
Aku dan diriku sendiri. Hanya itu yang kumiliki.

Ketika keadaan tak juga berubah, ketika aku tak baik-baik saja, ketika aku hanya bergantung pada harapan setipis ari, dan ketika hidup kurasa lebih menakutkan dibanding mati, mungkin yang terbaik kubisa hanyalah menyerah.

Apa yang terjadi padaku, apa yang terjadi pada cinta, apa yang telah hilang dan apa yang belum ditemukan, apa yang ada dimasa lalu serta apa yang tersisa untuk masa depan, satu hal yang pasti keadaan ini tak selamanya. Jadi jangan sampai tersesat dan kehilangan diriku sendiri.
Aku harus memberitahu diriku sendiri, “kuatlah. Menjadi kuat. ” Hanya dirimu sendiri yang dapat kau andalkan. Hanya dirimulah yang dapat kau percaya. Hanya kau yang bisa memutuskan ingin bahagia atau tidak. Bukan orang lain dan tak akan ada yang bisa.

Footnote : aku baru saja mendengar lagu Things will get better ~ Agnes Monica beberapa hari belakangan ini. Siseksi Agnes meski biasanya terlihat sedikit arogan, tak ada yang bisa menutupi kenyataan bahwa talenta suaranya memang bagus dan berkarakter kuat. Agnes Monica selalu bisa membuatku jatuh cinta pada musik ballad yang dibawakannya dengan apik seperti Matahariku, Jera, Cinta di ujung jalan, Teruskanlah, Karena kusanggup dan yang terakhir adalah lagu yang dirilis internasional Things will get better.

Dan ya, tulisanku kali ini terinspirasi dari lirik lagu tersebut. Kata-kata dalam lagu Things will get better sederhana namun menyentuh. “Jadilah kuat”. “Segalanya akan baik-baik saja.” “Jangan menyerah akan kita, jangan menyerah akan cinta. ” Thing will get better menginspirasikan kita agar tidak menyerah, selalu ada harapan bagi mereka yang percaya untuk bisa. Dan semoga memang seperti itu.

Geisha, Dia dan Kenangan yang Tersisa

Ingat Geisha band, ingat sama mantan sebiji itu. Yang udah buat aku nyerahin hati lalu dengan mudahnya ia patahkan dan injak-injak, hingga membuat aku nggak percaya lagi, pada perasaan manusia yang rapuh dan begitu mudah berubah.

Jadi dulu aku dan dia satu kelas dalam perkuliahan. Aku dan teman-teman cewekku biasa duduk di barisan depan, nah dia dengan badan segede gaban duduk dibagian belakang bersama teman-teman cowoknya. Dan biasanya dia suka iseng smsin aku kalau dia bosen atau ngantuk, untuk sekedar ngobrol, ngerayu atau apalah yang biasa diomongin orang yang lagi kasmaran.

Suatu hari dalam perkuliahan siang yang bikin ngantuk, dia sms aku nyuruh aktifin bluetooth HP. Aku aktifin, ternyata dia ngirim beberapa file lagu. Katanya Band anak Pekanbaru. Vokalisnya cewek dan dulunya juga anak Unri, so satu almamater gitu sama kita.

Waktu aku dengerin lagu-lagu Band tersebut (saat itu namanya belum Geisha dan setahuku nama Geisha diberikan oleh produser Band tersebut, biar lebih menjual. Nggak tahu juga kenapa dikasih nama Geisha apa karena vokalisnya cewek atau karena saat itu film Memoar of Geisha* lagi booming), aku lumayan suka. Well, dia senang ternyata aku juga suka dengan apa yang dia sukain.

Dan sekarang tiap liat Band Geisha secara live, di TV atau denger lagunya dimana aja, aku terkadang ingat dia. Si gaban. Parah ya, padahal dia juga belum tentu ingat sama aku.

Duh, Yona. Kapan sih kamu sadar? Dia udah punya kehidupan sendiri dan bahagia dengan dunianya. Dan kamu tak termasuk ke dalamnya serta bukan apa-apa lagi baginya. Tapi tetap aja rasanya sedikit nggak adil. Kenapa dia bisa bahagia setelah ngancurin hati seseorang? Kenapa Tuhan begitu tidak adil membiarkan dia happy sementara aku, begini-begini aja.

Oke, ini udah keterlaluan. Aku sadar kok semua yang terjadi dan belum, dalam hidupku nggak ada hubungannya dengan apa yang udah dia lakukan. Ini pilihanku dan resikoku. Mungkin aku hanya iri aja dengan keberhasilannya sementara aku masih jadi pecundang. Mungkin aku hanya kesepian dan butuh sesuatu untuk disalahin, yaitu dia.

Dan tentang Geisha dan lagunya Lumpuhkanlah Ingatanku, aku nggak pengen kehilangan ingatanku terhadap masa lalu meski itu sangat menyakitkan. Buat aku sesakit apapun yang telah berlalu, malah bisa jadi cambuk buatku dimasa depan. Bila keadaan membuatku buntu dan terdesak, aku punya mantra buat melaluinya. “Bahwa ini bukan apa-apa. Bahwa aku telah melalui yang lebih buruk daripada ini, so aku pasti nggak apa-apa. “

Hidup berjalan terus dan aku tetap harus menjalaninya walau sejujurnya aku lebih takut hidup dibanding mati.

*Footnote : Memoar of Geisha adalah sebuah novel (aku suka novelnya dan udah baca berkali-kali) yang akhirnya sukses diangkat ke film layar lebar dengan judul yang sama. Ceritanya keren dan filmnya dimainkan apik oleh Zhan Zi Yi, Michele Yeoh, Gong Li serta aktor Jepang Ken Watanabe.